Penulis baru saja menonton serial “Because This Is My First Life”. Ada hikmah yang penulis petik dari drama Korea yang dibintangi oleh Lee Min-ki dan Jung So-min. Di antaranya mengenai konsep waktu, bagaimana  Nam Se-hee (Lee Min-ki) menjelaskan manusia dapat terperangkap dalam konsep waktu.

Because This Is My First Life - Wikipedia

Tiga puluh tahun, 40 tahun, masa lalu, masa depan, bisa menjadi kerisauan manusia. Berbeda halnya dengan kucing, yang begitu ajek dan anteng-anteng saja dengan repetisi kegiatan yang itu-itu lagi. Kucing yang tak risau dengan konsep waktu. Begitulah sekelumit hikmah yang penulis dapat dari perbincangan dua tokoh utama di serial tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Bagaimana dengan saya? Apakah terperangkap dalam konsep waktu? Kita yang terbebani, trauma, dendam, yang berhulu dari masa lampau. Kita yang takut melangkah di masa kini karena beban masa lalu. Kita yang takut bergerak di masa kini karena algoritma yang rumit tentang masa depan.

Masa depan yang dibayangkan, membuat kita resah dan berkemas menyiapkan segala macam. Apakah kita benar-benar telah hidup pada tiap detak detik yang ada? Atau menjadi tawanan masa lalu, masa kini, dan masa depan?

Evolusi manusia, segala macam cabang ilmu memiliki sandaran pada masa lalu, masa kini, masa mendatang. Ada ilmu sejarah yang berkisah tentang masa lampau. Ada prediksi, sebagai upaya untuk mereka-reka apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Hiduplah dengan sebenar-benar hidup. Saya pun teringat dengan kebermaknaan bersama waktu, kala mengingat hadis Nabi Muhammad SAW berikut: “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari&Ahmad).

Berilah kebermaknaan, berilah kebermanfaatan. Manfaatkan betul waktu yang Anda miliki untuk melakukan hal-hal yang bermakna dan bermanfaat. Jika merujuk pada makna dan manfaat, Anda pun akan berupaya di berbagai lini waktu untuk senantiasa berbuat kebaikan.

Dengan menyandarkan pada kompas makna dan manfaat, semoga bisa menjernihkan pikiran kala melihat masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Lihat profil
Arifin

43 artikel di Tajria.