Sudahkah Anda menjalani detak detik hidup Anda dengan renjana? Passion kala melakoni jam-jam panjang dalam pekerjaan? Atau jangan-jangan hanya sekadar memenuhi kepatutan umum: pada usia tertentu, ya sewajarnya bekerja.

Perihal renjana memang dapat berimbas ke mana-mana. Passion dapat menjadi “bahan bakar”, semangat untuk melakoni pekerjaan. Sebaliknya tanpa passion, pekerjaan bisa jadi hambar, kering, dan sekadar memenuhi centang tugas: telah dikerjakan.

Dari mana renjana bermula? Tentu hal tersebut memerlukan penyelidikan. Itu bisa dari kebiasaan sejak kecil yang terus dilakukan dan disukai. Misalnya wartawan, sang pewarta sejak kecil suka menulis macam-macam, mencari informasi, menelusuri kebenaran berita.

Renjana juga dapat tumbuh manakala ada keinginan untuk terus mengembangkan diri di bidang tersebut. Misalnya dokter, yang terus memperdalam spesialisasinya, sehingga ia menjadi benar-benar ahli di ceruk tertentu.

Renjana juga dapat muncul dari upaya. Seseorang yang terus mengembangkan kompetensinya di macam-macam bidang. Harus diakui, adaptasi, penyesuaian kompetensi, semangat pembelajaran, menjadi kemestian di perkembangan zaman dan dinamika pekerjaan.

Kemampuan hari ini, belum tentu kompatibel dengan “kebutuhan pasar” tahun depan. Maka diperlukan adaptasi, terus belajar. Maka renjana untuk terus belajar diperlukan agar tidak tergerus zaman.

Dengan demikian renjana juga bertemu dengan kata belajar. Telahkah kita menjadi orang yang suka belajar? Lihatlah zaman, tren, prediksi masa depan, senantiasa hal tersebut membutuhkan kemampuan untuk belajar.

Renjana juga dapat menjadi alarm. Jangan-jangan yang Anda kerjakan saat ini bukanlah passion Anda. Sehingga wajar saja jika Anda tidak brilian, tidak bersinar, tidak perform secara optimal.

Telusuri minat dan kemampuan Anda. Bersahabatlah dengan sekiranya sobat-sobat yang konstruktif dalam mengembangkan passion Anda. Dengan demikian tangki semangat Anda bisa senantiasa terisi.

Renjana juga dapat terus berkobar manakala ada praktik baik dari sang ahli. Anda belajar, Anda tahu ada standar kualitas yang harus dicapai. Misalnya seorang yang berminat memasak, melihat chef yang memiliki kemampuan tingkat tinggi untuk mengolah macam-macam makanan menjadi menarik secara tampilan dan lezat di lidah.

Sudahkah Anda menjalani detak detik hidup Anda dengan renjana? Mari telusuri minat dan kemampuan Anda.

 

Lihat profil
Arifin

5 artikel di Tajria.