Masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memberikan banyak perspektif. Salah satunya terkait belajar. Dikarenakan adanya pembatasan sosial dan terbatasnya pertemuan tatap muka, maka rangkaian webinar pun menjadi hal yang lumrah.

Sudah berapa webinar yang Anda ikuti? Materi belajar apa saja yang Anda ikuti? Para ahli di masing-masing bidang ilmu pun semakin melirik webinar, dikarenakan kondisi pagebluk yang masih terjadi.

Maka Anda pun dapat memilih “kurikulum belajar” sendiri. Anda dapat berselancar dari satu webinar ke webinar yang lain untuk mempertajam pengetahuan, memperluas cara pandang. Beberapa webinar pun terselenggara gratis, Anda cukup modal kuota internet saja.

Peran teknologi memang dapat membantu Anda untuk menjemput pengetahuan dan pengalaman. Anda pun dapat mengamplifikasi karya sendiri. Tak sekadar pasif menjadi penonton webinar, Anda pun dapat mengeksekusi ide-ide yang ada menjadi karya. Lalu karya itu disuguhkan dalam format digital.

Dengan berkarya serta menghadirkannya untuk mudah diakses orang banyak, sesungguhnya Anda tengah belajar juga. Belajar untuk melihat, sejauh mana karya Anda diterima publik. Celah-celah mana saja dalam karya Anda yang perlu diperbaiki.

Era digital di masa pandemi Covid-19 ini memang memungkinkan Anda untuk lebih banyak tanya, banyak coba, banyak karya. Jika Anda memiliki karya tulis, jangan simpan di dalam folder laptop saja. Jika Anda memiliki karya gambar, sudahkah Anda mencoba mempublikasikannya secara digital?

Buka diri Anda, terima masukan yang ada terhadap karya Anda. Tak semua harus suka dengan karya Anda. Yang paling penting sudah mencoba untuk berkarya dan terus belajar.

Era digital memang dapat menghanyutkan. Kehilangan fokus, kehilangan arah. Maka Andalah penunggang dari waktu. Gunakan waktu yang ada, serta kesempatan melalui ranah digital untuk terus berkembang dan berkarya.

Lihat profil
Arifin

43 artikel di Tajria.