Salah satu resolusi saya di tahun 2021 adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Mengubah pola makan dan jenis asupan, serta merutinkan olahraga. Berbicara soal asupan makanan, dalam beberapa hari ini saya mencoba mengonsumsi saffron. 

Saffron atau Kuma-kuma adalah nama untuk rempah-rempah dari bunga Crocus sativus ("bunga pacar"), sekaligus nama umum untuk tanaman Crocus sativus dari marga crocus famili Iridaceae. Bunga ini ditanam pertama kali sekitar 3000 tahun lalu di Iran.

Saffron - Wikipedia
Sumber: Wikipedia

Saffron termasuk jenis rempah termahal di dunia. Mengapa saffron mahal? Saffron mekar hanya selama satu minggu dalam satu tahun. Proses pemetikan dan pengolahannya pun terbilang sulit. Untuk memetik bunga safron setidaknya perlu waktu enam jam dalam sehari. Untuk menghasilkan 454 gram safron kering, diperlukan sekitar 75.000 bunga.

Mengapa saya pilih saffron? Dari beberapa artikel yang saya baca, bunga yang berasal dari Iran ini memiliki antioksidan tinggi yang dipercaya mampu melawan stres oksidatif dan radikal bebas dalam tubuh yang menyebabkan berbagai macam penyakit diantaranya kanker dan jantung. 

Saffron juga dipercaya mampu meningkatkan mood dan mengobati gejala depresi, memiliki sifat melawan kanker, mengurangi gejala PMS, bertindak sebagai afrodisiak, mengurangi nafsu makan dan membantu penurunan berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan penglihatan dan meningkatkan daya ingat pada orang dewasa dengan penyakit Alzheimer dan menjaga kecantikan kulit.

Untuk menunjang daya tahan tubuh, saya mengonsumsi saffron dua kali sehari. Pagi hari saat baru bangun tidur dan sebelum tidur malam. Saya ambil 3 helai saffron, lalu saya rendam di 1 liter air minum. Semoga kebiasaan baru saya ini berdampak pada kesehatan saya. Jika berminat, Anda pun bisa mencobanya di rumah. Selamat mencoba. 

Sumber: Tirto