Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) meluluhlantakkan segala rencana dan prediksi. Kita pun “dipaksa” untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru. Salah satu upaya untuk memitigasi Covid-19 yakni dengan melakukan 3M.

3M itu yakni Menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, Menjaga jarak. Kampanye tentang 3M telah disuarakan berulang kali oleh berbagai pihak, namun telahkah hal tersebut benar-benar diterapkan?

Woman Wearing a Face Mask and Holding a Smartphone

Untuk melakukan kebiasaan baru, memang memerlukan kesadaran serta pengetahuan. Kebiasaan baru ini juga seolah “membongkar” hal yang telah berurat berakar dan dilakukan bertahun-tahun, di antaranya kebiasaan berkumpul.

Dalam studi ilmu sosial hal tersebut dikenal dengan istilah Gemeinschaft.  Gemeinschaft adalah suatu kelompok sosial yang ditandai dengan adanya hubungan yang erat, eksklusif dan intim di antara anggota-anggotanya yang berdasarkan pada hubungan batin sehingga bersifat alamiah/murni dan cenderung kekal.

Dalam sejumlah konsep pun terkukuhkan Gemeinschaft, di antaranya istilah Jawa yakni Mangan ora mangan sing penting kumpul (makan enggak makan, asal kumpul). Dus, bertemulah segala hal tersebut dengan adaptasi kebiasaan baru 3M tersebut.

Tentu tak mudah untuk menerapkan kebiasaan baru tersebut kala berhadapan dengan hal yang telah sekian lama dilakukan. Maka hal yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan pendekatan yang tidak saja formal, melainkan juga informal.

Pesan-pesan 3M harus tampil seluwes dan disuarakan benar-benar oleh berbagai unsur di masyarakat. Sehingga 3M tersebut benar-benar ter-echo, dan terkomunikasikan secara baik. Bahwasanya 3M tersebut bermanfaat untuk diri, keluarga, masyarakat, bangsa, bahkan dunia.

Sejumlah negara telah bersiap untuk melakukan vaksinasi massal. Namun, WHO telah mewartakan bahwa 3M tetap harus dilakukan. Corona memang masih menantang untuk dihadapi, terlebih dengan ditemukannya galur baru yang muncul di Inggris, lalu telah menyebar ke sejumlah negara.

Mari lakukan 3M, lakoni adaptasi kebiasaan baru, tak mudah, tapi kudu dilakukan.

Lihat profil
Arifin

43 artikel di Tajria.