Gaya hidup sedentari adalah pola perilaku manusia yang minim aktivitas atau gerakan fisik. Hal ini bisa dilihat misalnya pada pekerja kantoran yang hampir sepanjang hari duduk di balik meja kerja. Kemudahan membeli berbagai barang secara online pun, dapat membuat Anda menjadi sosok yang minim gerakan fisik.

Mom and daughter stretching at home

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, gaya hidup sedentari adalah salah satu dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. 

Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko dari sindrom metabolik yang dapat memicu penyakit metabolik seperti penyakit jantung koroner (PJK), diabetes melitus tipe 2, dan strok.

 Kaitannya terletak pada tingginya risiko obesitas akibat kelebihan berat badan pada orang-orang yang tidak beraktivitas fisik. Tidak hanya itu, penyerapan nutrisi dari makanan juga tidak berjalan dengan baik bila terjadi gangguan metabolisme.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk memitigasi risiko gaya hidup sedentari? Mari lakukan berbagai hal berikut:

  1. Jika Anda pekerja kantoran yang biasa terus menerus duduk, setelah 1 jam duduk, berjalanlah selama 10 menit.
  2. Lakukan aktivitas fisik. Paling tidak 30 menit sehari, bila tidak bisa berolahraga langsung, bisa dengan berjalan atau naik tangga
  3. Lakukan functional training. Functional training lebih disesuaikan dengan gerak tubuh dengan alat olahraga yang simpel. Gerakannya simpel dengan penyesuaian terhadap gerak tubuh sehari-hari seperti berjalan, menggendong anak, menenteng kantong belanja, naik-turun tangga, dan sebagainya. Tujuannya adalah meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan stabilitas tubuh.

 

Lihat profil
Arifin

43 artikel di Tajria.