Berkolaborasi adalah salah satu kecakapan hidup abad 21. Bagaimana kemampuan bekerja sama dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan sebagai pribadi maupun tim.

Bahkan dalam olahraga individual, kolaborasi itu dapat terlihat pada tim di belakang layar si atlet. Ada pelatih, tim gizi, induk organisasi, dan lain sebagainya yang membantu, katakanlah perenang Joseph Schooling sebagai contoh tersebut.

Contoh kolaborasi lainnya dapat dilihat pada ranah pendidikan. Sekolah, keluarga, masyarakat, berperan penting dalam mewarnai aspek intelektual dan karakter seorang anak. Bagaimana diperlukannya tone positif serta konstruktif untuk tumbuh kembang anak, baik itu di sekolah, keluarga, masyarakat.

Jika salah satu unsur tersebut timpang, berlawanan, maka diperlukan mitigasi tertentu. Dikarenakan anak memang sejatinya beririsan dengan tiga area tersebut. Sebut contoh, misalnya anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mungkin masih mengalami diskriminasi di masyarakat. Maka di pilar keluarga dan sekolah perlu diberikan pemahaman pada anak untuk mengukuhkan kepercayaan diri dan konsep diri sang anak.

Photo of Women Laughing

Berkolaborasi juga terjadi dalam dunia kerja. Kerja sama itu dapat terjadi bahkan dalam lintas disiplin ilmu serta disiplin bidang di pekerjaan. Contohnya tim humas di sebuah perusahaan. Bagaimana diperlukan kolaborasi yang apik antara penulis konten dengan tim produksi. Tektokan ide, saling ngobrol, diperlukan untuk menghasilkan karya terbaik.

Yups, seperti Tajria yang juga merupakan bentuk kolaborasi. Tajria adalah sebuah laman perkongsian terbuka untuk semua individu. Platform ini membawakan perbincangan berkaitan pelbagai aspek kehidupan.

Melalui platform ini juga, pembaca atau individu boleh mengembangkan bakat, berkongsi tips, menyatakan ide dan pendapat selain mempromosikan perniagaan kepada umum. 

Bukan itu saja, Tajria turut membuka peluang kepada pembaca Tajria untuk berkarya dan menjadikan laman ini sebagai satu inisiatif untuk menyampaikan maklumat.

Lihat profil
Arifin

43 artikel di Tajria.