Salah satu kemampuan yang menurut hemat saya dapat terus diasah dan diperlukan adalah observasi. Melakukan pengamatan.

Hal ini misalnya berguna dalam hal pengasuhan anak. Dibanding sibuk terus mendiktekan apa saja ke anak, ada baiknya pada beberapa momen, lakukan “menarik diri” dan melakukan observasi.

Crop parent and child drawing at table

Sesungguhnya anak memiliki kemampuan untuk belajar secara mandiri. Namun, jika kita terlalu jauh mengintervensi, kemampuan anak untuk belajar mandiri menjadi tidak tereksplorasi lebih jauh.

Tahan mulut, tangan Anda pada beberapa momen, nikmati mengobservasi anak Anda. Suatu waktu anak saya yang berumur 19 bulan, memberikan diapers kepada saya dan istri saya. Sekilas hal tersebut seperti random dan tidak terpola. Anak saya memberikan diapers lebih banyak kepada istri saya.

 

Semula saya bertindak terlalu jauh dengan mengintervensi, meminta agar diapersdibagikan dalam jumlah yang sama. Sampai istri saya memberi kode, bahwa sesungguhnya anak saya membagi diapers sesuai dengan warna.

Saya mendapatkan diapers yang ada motif warna birunya. Sedangkan istri saya mendapatkan diapers yang ada motif warna pinknya. Saya pun mengucapkan alhamdulillah dalam hati, dan bertekad untuk mengerem diri pada beberapa momen untuk tidak mengintervensi apa yang dilakukan anak.

Observasi, observasi, observasi. Dan lihatlah bagaimana anak saya sesungguhnya telah mampu melakukan kategori dengan memberi sesuatu yang berbeda kepada ibu, bapaknya.

Melakukan observasi juga penting untuk melihat apa sesungguhnya kebutuhan anak. Dalam istilah pendidikan dikenal, “berpihak pada anak”. Dalam artian segala tindakan yang dilakukan bermotif untuk kebaikan anak.

Namun, bagaimana kita bisa melakukan tindakan yang berpihak pada anak, jika kita tidak mengenal anak secara utuh? Mengambil tindakan yang menurut kita terbaik untuk anak, sembari abai melakukan observasi.

Dalam teori pendidikan, teaching at the right level memerlukan asesmen. Asesmen ini salah satu pilarnya adalah observasi. Untuk sampai di tindakan yang tepat, dibutuhkan sumber bahan yang akurat. Dan observasi adalah gold standard sebagai asupan informasi untuk mengambil tindakan terbaik bagi anak.

Lihat profil
Arifin

43 artikel di Tajria.