Pada masa pandemi Covid-19, pertemuan tatap muka di sekolah terdampak. Pembelajaran jarak jauh, belajar daring, belajar dari rumah dilakukan. Bagi orang tua, inilah kesempatan untuk lebih mengenali anak. Bagi orang tua, inilah kesempatan lebih untuk melakoni peran sebagai guru bagi anak.

Mula-mula lakukanlah observasi. Hal yang mungkin selama ini tak terlalu optimal dilakukan karena ayah-bunda sibuk dengan pekerjaan di kantor. Dengan work from home (WFH) serta anak yang belajar dari rumah, poin observasi semoga bisa dilakukan secara lebih saksama.

Dari observasi, ayah-bunda dapat lebih mengenal bakat, potensi, karsa dari anak. Bisa jadi selama ini ayah-bunda terlalu mendikte dan terlalu mengarahkan mereka. Amati anak ayah-bunda, ajak mereka bicara tentang keinginannya.

Talented diverse little girls painting on papers with watercolors while sitting together at table

Sadari bakat, potensi, karsa dari anak, maka dari situ tumbuh kembang secara intelektual, psikososial, karakter, dapat terjalin dengan baik. telahkah ayah-bunda menyediakan ekosistem yang membantu anak mengeksplorasi bakat dan minatnya? Telahkah sekolah tahu tentang bakat dan minat ananda?

Dengan menyadari bakat, potensi, karsa anak, maka ayah-bunda dapat terlepas dari jebakan pendidikan one size fits all. Tiap anak punya keunikan. Apa yang berlaku sukses di anak yang satu, belum tentu sukses di anak lainnya.

Ajari anak juga tentang fleksibilitas. Bekali mereka dengan kemampuan literasi, numerasi, yang merupakan dasar dari apa pun profesi mereka nantinya. Ada pun fleksibilitas dapat berkembang optimal, manakala pancangan-pancangan dasar literasi, numerasi telah kokoh dimiliki. Bukankah ananda nantinya perlu untuk senantiasa belajar?

Maka bekal dasar literasi-numerasi, dan terbiasa fleksibel memungkinkan anak Anda untuk bersiap menghadapi tantangan zaman yang senantiasa hadir.

Lihat profil
Arifin

43 artikel di Tajria.