There is nothing new under the sun. Tidak ada sesuatu yang baru, melainkan sejumlah repetisi dan modifikasi, saya pikir begitulah kira-kira tafsirnya.

Dikenal pula istilah history repeats itself. Bagaimana secara substansi apa yang terjadi di masa lalu, terjadi kembali.

Manusia dengan demikian berada dalam tafsir universal yang serupa, apa pun lini masa hidupnya.

4x4 Rubik's Cube on a Man's Hand

Contoh repetisi dan modifikasi itu di antaranya dapat dilihat pada mode. Bagi Anda yang suka jersey tim sepak bola, biasanya diberi penjelasan mengenai filosofi kostum tersebut. Tak jarang mendapat inspirasi, pola yang serupa dengan jersey yang pernah digunakan di masa baheula.

Contohnya yakni jersey kandang Manchester United (MU) pada musim 2019/2020. Adidas mendesain seragamnya terinspirasi sukses treble MU di musim 1998/1999. Logo MU bernuansa emas dan hitam dengan bingkai perisai sehingga terlihat berkelas. Logo dan perisai ini sama seperti yang dipakai MU di musim 1998/1999.

Modifikasi kostum dilakukan dengan kesan modern yang kuat dengan model slim-fit.

Sementara untuk jersey kipernya, memiliki pola macan dengan tema dua tone warna ungu tua. Ini terinspirasi dari jersey Peter Schmeichel juga di musim 1998/1999.

Pola ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) juga berguna untuk materi publikasi di antaranya. Dengan “membonceng” konsep yang sudah umum diketahui publik, sesuaikan dengan konteks konten yang dibuat. Maka Anda pun dapat membetot perhatian, dikarenakan publik terpantik dengan memori yang sudah dikenalnya, dan mungkin unsur humor dari ATM yang Anda lakukan.

Lihat profil
Arifin

94 artikel di Tajria.