Wayang adalah “semacam pertunjukan bayangan” yang dimainkan oleh para dalang. Dalam masyarakat Jawa tradisional, pertunjukan wayang bukan sekadar sebagai suatu pertunjukan hiburan, melainkan juga dianggap sebagai suatu bagian dari kegiatan keagamaan orang-orang Jawa.

Wayang banyak dipertunjukkan di dalam perayaan sosial atau keluarga, seperti memperingati tujuh bulan kehamilan, lima hari sehabis melahirkan, khitanan, dan perayaan serta upacara pengantin.

Wayang juga dipertunjukkan dalam konteks upacara agama dan spiritual, seperti ruwatan, nadaran, kematian, ngunjung, sedekah bumi, dan bersih desa.

Free Vector | Wayang kulit background

Wayang juga dipertunjukkan di dalam perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh kantor pemerintah, untuk memperingati hari kemerdekaan RI, pembukaan atau penutupan konferensi, pembangunan pasar, sekolah, jembatan.

Salah satu karakter dalam wayang di Indonesia yang dikenal adalah Gareng dan Petruk. Keduanya  merupakan cerminan dari grassroot. Gareng dan Petruk kerap melontarkan humor dan sindiran. Kehadiran dua tokoh ini menjadikan cerita wayang semakin membumi dan dekat dengan denyut pikiran rakyat. Dengan kehadiran Gareng dan Petruk aspirasi dan suara rakyat kalangan bawah mendapatkan perwujudannya.

Jika Anda berkunjung ke Museum Wayang yang terletak di sisi barat lapangan Fatahillah, maka akan Anda dapati koleksi wayang juga boneka dari Indonesia dan luar negeri seperti: Tiongkok, Kamboja, Eropa, Thailand, Suriname, Vietnam, India, dan Kolombia.

Di Museum Wayang akan didapati penjelasan mengenai asal wayang, cerita wayang, filosofi di balik wayang, bahan pembuatan wayang, dan sebagainya. Pengetahuan yang kiranya akan memperkaya khazanah wawasan.

Lihat profil
Arifin

89 artikel di Tajria.