Akankah kita menjadi sekadar kolektor dari ilmu pengetahuan? Berapa banyak pengetahuan yang kita “koleksi”, tapi tidak kita implementasikan? Padahal jika rentetan pengetahuan itu kita lakoni, kemungkinan versi lebih baik dari diri akan terjadi.

Beragam alasan diajukan kepada diri. Nanti, ketika segala rencananya telah lebih matang, mengharapkan sekutu kita berada di posisi mendukung, dan varian alasan lainnya. Bahkan kadang alasan dari diri sendiri itulah yang menghambat munculnya versi lebih baik dari diri.

Woman Sitting On Concrete Stairs Using Laptop

Manakala ada ide baik yang relevan, mengapa tak coba kita lakukan? Contohnya untuk memulai olahraga, memulai terjun di ranah relawan, mengasah kompetensi baru, dan lain sebagainya.

Terdapat peribahasa Cina yang termasyhur bahwa ‘perjalanan 1.000 li dimulai dengan satu langkah kaki’. Segala alasan yang menghambat di awal, bisa jadi memupus, ketika Anda telah memulai langkah pertama.

Ketika Anda memutuskan untuk memulai, “nyemplung”, maka Anda akan mencoba beradaptasi, melakukan keseimbangan. Bukankah ada banyak contoh di arsip ingatan Anda yang menunjukkan hal tersebut?

Misalnya keahlian bersepeda. Anda tidak akan bisa bersepeda, jika sekadar mewacanakan di kepala, membayangkannya saja. Bekal pengetahuan awal, pendampingan, dan tentu saja Anda memulai untuk mengayuh sepeda untuk pertama kalinya.

Kayuhan demi kayuhan itulah yang bertemu dengan bekal pengetahuan awal, serta pendampingan. Keterampilan dan kemampuan belajar Anda pun akan ”berbicara”, bagaimana kemampuan bersepeda Anda semakin mahir.

Mungkin ada insiden seperti terjatuh, dan sebagainya. Beberapa telah masuk dalam radar hitungan ataupun tak terduga. Namun, ketika Anda telah “nyemplung”, menikmati proses belajar mengayuh sepeda, serta menyadari manfaat bersepeda, Anda pun akan dengan tekun dan telaten melakoninya hingga Anda bisa bersepeda.

Ketika ingin memulai hal baru, memori Anda bersepeda tersebut, bisa jadi referensi untuk diingat. Mari sama-sama berjuang untuk memunculkan versi terbaik dari diri.

Lihat profil
Arifin

94 artikel di Tajria.