Pada akhir pekan kemarin, kami sekeluarga beranjangsana ke Jakarta Aquarium & Safari. Sebagai informasi, Jakarta Aquarium & Safari, merupakan kerja sama dari Taman Safari Indonesia dan Aquaria KLCC, Malaysia. Protokol kesehatan diterapkan dengan saksama di tempat wisata yang bertempat di Neo Soho.

Tentu kehidupan di bawah laut, menjadi daya tarik utama dari tempat wisata ini. Di samping itu terdapat beberapa hewan satwa eksotik dan langka seperti Binturong, Macaw, Ular Sanca Albino, dan Panana Blue Tongue Skink.

Salah satu hal yang menarik dan mengusik, kala datang ke tempat itu yakni semacam mading yang memperlihatkan berapa lama sampah terurai di alam. Saya pun teringat dengan fakta bahwa Indonesia merupakan produsen negara kedua terbesar penghasil sampah plastik ke laut setelah China. Sampah plastik tersebut didominasi oleh plastik yang sulit terurai.

Close-Up Photo of Plastic Bottle

Dari mading di Jakarta Aquarium & Safari terdapat data berikut mengenai berapa lama sampah terurai di alam:

  • Botol plastik: 100-1.000 tahun
  • Plastik: 100-1.000 tahun
  • Styrofoam: 800-1.000 tahun
  • Tas plastik: 450 tahun
  • Tali plastik: 600 tahun
  • Tisu: 3 bulan
  • Rokok: 5 tahun
  • Baterai: 100 tahun
  • Kemasan plastik: 5-10 tahun

Maka kesadaran untuk lebih akrab dengan alam, lebih peduli dengan alam, di antaranya dapat dilakukan dengan sejumlah perilaku. Di antaranya menggunakan sedotan stainless, membawa tas kain untuk berbelanja, serta membawa tempat makan sendiri, dibandingkan kerap menggunakan styrofoam.

Tentu masih banyak contoh perilaku peduli alam lainnya dan upaya mengurangi sampah yang bermuara ke laut. Yuk, mulai dari diri kita untuk lebih peduli pada sampah yang kita buang. Dari sampah yang dibuang, akan berpengaruh ke alam. Mari lebih peduli pada alam!

Lihat profil
Arifin

89 artikel di Tajria.