Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal-hal penting? Serius, masih melakukannya, di era digital ini, ketika telepon pintar, laptop, komputer telah begitu lekat dalam keseharian?

Nyatanya menulis dengan tangan mengurai sejumlah manfaat. Mencatat dengan tangan merupakan cara yang ampuh untuk menerapkan teori embodied cognition yang hasilnya dapat memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi.

Woman in White Long Sleeved Shirt Holding a Pen Writing on a Paper

Menulis dengan tangan, melibatkan sejumlah organ di tubuh kita. Terdapat umpan balik yang melibatkan hubungan saraf kompleks tangan-otak. Sistem kognitif pun aktif, sehingga pemahaman dapat lebih mendalam.

Saintis Leonardo da Vinci dikenal sebagai pencatat yang ulung. Dalam catatannya, ia menyertakan huruf serta dipadukan dengan sketsa dan gambar.

Leonardo da Vinci menulis: “… semakin detail deskripsi anda, akan semakin bingung pembaca dan Anda akan semakin menjauhkan dia dari pengetahuan yang sedang dijelaskan. Maka, perlu dibuat gambar… selain deskripsi…”

Ketika kita membuat catatan yang memuat aksara, sketsa, gambar, hal tersebut membantu kita untuk mengingat secara lebih presisi. Di samping itu dalam mempresentasikan konsep pun, Anda akan lebih visual dan lebih menarik, serta mampu memetakan relasi antar ide.

Menulis dengan tangan, seperti menggunakan mind mapping, juga membantu Anda untuk memilah dan memilih konsep-konsep penting. Anda akan menelaah lagi informasi yang didapatkan, untuk kemudian aktif membuat mind mapping, yang memuat konsep kunci, kata penting.

 

Sumber: BBC

Lihat profil
Arifin

98 artikel di Tajria.