“Jika engkau berbicara dengan seseorang dengan bahasa yang dia pahami, itu hanya akan sampai di kepalanya. Akan tetapi jika engkau berbicara dengan seseorang menggunakan bahasanya, itu akan sampai ke hati.”

Nelson Mandela

Bahasa adalah media yang universal guna berinteraksi satu sama lain. Ketika ingin menyentuh hati orang lain saat berinteraksi, Mandela menyarankan, cobalah gunakan bahasa yang mudah dipahami saat berinteraksi dengan orang lain. Baik itu bahasa daerah ataupun bahasa nasional, hendaknya Anda mengerti bahasa-bahasa yang mudah dipahami untuk berinteraksi dengan orang lain.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hal ini dapat berlaku bagi orang yang berkunjung ke suatu negara atau daerah.

Two Women And One Man Eating

Pundit Justinus Lhaksana di antaranya menyarankan agar Bagus Kahfi yang dikontrak FC Utrecht untuk mempelajari bahasa Belanda. Hal tersebut menurutnya penting, baik untuk berinteraksi, memahami instruksi dan taktik, serta bersosialisasi di negeri kincir angin tersebut. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, juga dilakukan ketika Barack Obama berkunjung ke Indonesia. Kala itu Obama datang dalam kapasitasnya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Obama sendiri pernah mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. “Kartu sentimen emosi” pun dimainkan oleh Obama dengan menggunakan sejumlah diksi seperti: “pulang kampung nih”, “sate”, “bakso”. Sisipan diksi itu sukses untuk merebut pikiran dan simpati rakyat Indonesia. Obama pun disambut hangat.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung; cobalah simak penyanyi, aktor/aktris, ketika mereka menyisipkan diksi tertentu kala kunjungan ke suatu negara. Walaupun cuma sebaris diksinya, namun secara emosi itu mampu merekatkan dan mendekatkan.

 

Lihat profil
Arifin

94 artikel di Tajria.