Arifin Diterbitkan 30 July 2021

Pernah Menerapkan waist-up fashion Ketika Rapat?

Pernah Menerapkan waist-up
fashion
Ketika Rapat?

Menurut linguis Tony
Thorne, pagebluk Covid-19 telah menyumbang seribu kata baru. Di antaranya
adalah sebagai berikut: jika selama isolasi tidak pernah bercukur, Anda
termasuk orang yang disebut covember.

Seperti dilansir Tempo, jika selama rapat virtual
berkemeja dan berdasi tapi hanya bercelana pendek, Anda mengikuti waist-up fashion.

Yups, pandemi memang
membuat kita melakukan sejumlah adaptasi. Beberapa nyaman, beberapa tidak
nyaman. Di antaranya mengenai urusan pangkas rambut. Beberapa keluarga memilih
untuk menggunting rambutnya di dalam rumah. Bagaimana dengan Anda, pangkas
rambut di rumah atau ke tempat pangkas rambut? Saya sendiri akhirnya memilih untuk
berangkat di jam pagi untuk pangkas rambut. Paling tidak saya berada di urutan
awal untuk digunting rambutnya di tempat pangkas rambut.

Lalu, bagaimana dengan waist-up fashion? Tentu berbagai jenis
rapat memungkinkan untuk dilakukan penyesuaian. Ada rapat yang membolehkan
tidak menyalakan video diri kita. Ada yang agak santai, sehingga busana yang
dapat kita gunakan juga santai. Ada juga rapat yang mengharuskan kita untuk
rapi. Di kala rapat mengharuskan kita untuk rapi, adakah waist-up fashion Anda terapkan?

Masih terkait kata, di
masa pandemi, di benak saya terdapat pergeseran makna dari diksi karantina. Karantina
dulunya saya pahami diterapkan pada orang yang terkena dan barang yang
terkontaminasi penyakit.

Di top of mind saya dahulu ketika mengingat diksi karantina, terdapat Pulau
Cipir yang merupakan salah satu dari empat pulau yang termasuk Taman Arkeologi
Onrust Kepulauan Seribu.

Bicara sejarah, Pulau
Cipir dulunya adalah rumah sakit yang menangani perawatan dan karantina penyakit
menular bagi para jamaah haji pada tahun 1911-1933. Anda kini masih bisa
melihat sisa-sisa bangunan yang berdiri seperti bilik kamar, bekas kamar mandi,
hingga barak penampungan jamaah haji.

Lalu di masa pandemi Covid-19,
diksi karantina, mengalami pergeseran makna. Karantina dipahami sebagai periode
waktu tertentu ketika orang tidak diizinkan meninggalkan rumah atau bepergian
dengan bebas. Lalu muncul juga istilah isolasi mandiri atau karantina rumah.

Saya pun pernah
mengalami masa karantina rumah ketika terkena Covid-19 September 2020 lalu. Di
mana salah satu aktivitas yang saya lakukan untuk menyenangkan diri adalah
membaca dan menonton film. Diksi karantina pun menjadi tidak seseram yang saya
bayangkan di masa-masa sebelumnya.