Arifin Diterbitkan 23 August 2021

Tempe, Si Lauk Favorit Kaya Sejarah

Tempe, Si Lauk Favorit Kaya Sejarah

Tempe merupakan makanan
untuk lauk nasi, dibuat dari kedelai dan sebagainya yang diberi ragi.

Tempe sudah dikenal sejak abad ke-16,
terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Daerah
Istimewa Yogyakarta dan Surakarta. Sejarah tempe banyak dibicarakan pada
manuskrip Serat Centhini (Jilid 3 , 4, 5, 6, 10, 11 dan 12) dengan seting Jawa
abad ke-16. Pada Serat Centhini telah ditemukan kata “tempe”, misalnya dengan
penyebutan nama hidangan jae santen tempe
(sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele
tempe srundengan
.

Seperti dilansir buku Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Tahun 2017
, berbagai catatan sejarah menunjukkan bahwa tempe pada mulanya
diproduksi dari kedelai hitam yang berasal dari masyarakat pedesaan tradisional
Jawa. Kedelai tersebut dikembangkan di wilayah Kerajaan Mataram, Jawa Tengah,
sejak sebelum abad ke-16.

Pembuatan tempe menarik karena makanan
ini dapat dibuat dengan cara tradisional maupun modern. Dari segi nilai
gizinya, tempe juga memegang peranan sangat penting karena mengandung nilai
protein tinggi, setara dengan daging dan telur, dengan harga yang jauh lebih
murah.

Tempe merupakan menu lauk favorit, dari
kalangan bawah hingga atas di Indonesa. Tempe menjadi penyumbang asupan protein
dengan harga yang terjangkau.