Arfianingrum Pujiastuti Diterbitkan 5 October 2021

Tak Perlu Ragu Mengajak Anak Ke Toko Buku

Tak Perlu Ragu Mengajak Anak Ke Toko Buku

Akhir pekan lalu, saya dan suami untuk pertama kalinya
mengajak anak pergi ke toko buku. Sebenarnya kami ingin mangajak anak ke perpustakaan,
tapi sayangnya karena pandemi anak-anak belum diperbolehkan masuk.

Anak kami yang berusia 2 tahun sangat suka buku, tapi selama
ini selalu kami yang memilihkan bukunya. Tujuan utama kami mengajaknya ke toko
buku adalah untuk memberikan kesempatan untuk dia memilih buku yang dia suka.

Di awal, anak kami terlihat masih canggung karena ini pengalaman
pertamanya. Tapi tak perlu waktu lama, ia sibuk berlari mengelilingi rak-rak
buku dan mengambil beberapa buku yang menurutnya menarik.

Melibatkan anak untuk memilih buku yang akan dibaca, dapat
meningkatkan minat anak dalam membaca. Anak lebih cenderung semakin tertarik membaca
ketika mereka dapat memilih bahan bacaan mereka sendiri. Anak juga belajar
untuk membuat keputusan, buku mana yang akan dipilih dari sekian banyak buku
yang dipajang di rak.

Selain memberikan kesempatan untuk memilih, menurut saya manfaat
yang didapat dengan mengajak anak ke toko buku adalah untuk mengembangkan
perasaan bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan dan banyak dilakukan
orang.  Di toko buku anak akan melihat orang-orang
yang sedang memilih buku dan membaca buku. Dari situ anak akan timbul perasaan
bahwa membaca adalah hal yang wajar dilakukan orang. Anak akan berpikir membaca
adalah bagian dari kehidupan, jadi diharapkan nantinya anak akan memiliki
keputusan untuk melanjutkan kebiasaannya membaca hingga ia dewasa nanti.