Arifin Diterbitkan 6 October 2021

Kecerdasan Buatan yang Menghangatkan Hatimu

Kecerdasan Buatan yang Menghangatkan Hatimu

Kecerdasan buatan dalam
sejumlah film, tak sekadar bicara tentang kecanggihan, kerumitan, melainkan
juga mampu menghadirkan sisi humanis serta menghangatkan hatimu.

Pada serial era jadul, ada
KITT pada Knight Rider. KITT yang
menjadi rekan bicara, solusi bagi Michael Knight.

Rekan bagi sang jagoan
juga ditemui pada J.A.R.V.I.S. Just A Rather Very Intelligent System
(J.A.R.V.I.S.) juga punya rekam sejarah, yakni diambil dari nama Edwin Jarvis,
kepala pelayan yang bekerja untuk Howard Stark. J.A.R.V.I.S. berperan dalam
pengamanan kediaman Tony Stark dan menjadi “asisten” kala Iron Man beraksi.

Masih dalam semesta
Marvel Universe, kita akan mendapati Vision. Pada serial WandaVision, kehangatan dari Vision dapat dilihat pada sang istri
Wanda. Dan untuk kemudian juga kedua anak mereka.

Lalu ada juga Bumblebee.
Pada film spin-off dari Transformers (2018)
ini relasi persahabatan, sisi humor dapat ditemukan antara Bumblebee dengan Charlie
Watson. Simaklah betapa humanisnya Bumblebee yang memutar lagu di radio
mobilnya sesuai dengan konteks keadaan dan perasaan.

Han Ji-pyeong di serial
Start-Up juga memiliki kecerdasan
buatan di tempat tinggalnya. Yang memberikan semacam prediksi bak cenayang,
hingga memutar lagu yang sesuai dengan suasana hati Han Ji-pyeong.

Lalu ada juga
kecerdasan buatan dalam film Her yang
membuatmu baper. Samantha yang suaranya diisi oleh Scarlett Johansson
benar-benar menghadirkan drama roller
coaster
bagi sang tokoh utama Theodore (Joaquin Phoenix). Bagaimana
Samantha dapat begitu mengerti, klop dengan Theodore. Segala informasi tentang
Theodore, algoritma yang mengolahnya, dalam film Her, kecerdasan buatan selain begitu humanis juga menghadirkan
perenungan tersendiri mengenai kesepian, kebutuhan bersosialisasi, dan cinta.