Mengenal Noken, Tas yang Dibawa dengan Menggunakan Kepala

Noken adalah tas
tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat
dari serat kulit kayu. Tas ini menjadi simbol kehidupan yang baik, perdamaian,
dan kesuburan bagi masyarakat di tanah Papua.

Masyarakat Papua
biasanya menggunakan noken untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti sayuran,
umbi-umbian dan juga untuk membawa barang-barang dagangan ke pasar. 

Tas tradisional Papua
ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2013. Sama seperti
tas pada umumnya, tas ini digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan
sehari-hari.

Uniknya, hanya
orang Papua saja yang boleh membuat Noken. Para wanita di Papua sejak kecil
sudah harus belajar untuk membuat noken, karena membuat Noken dari dulu hingga
saat ini dapat melambangkan kedewasaan si perempuan. Karena jika perempuan Papua
belum bisa membuat Noken dia tidak dianggap dewasa dan itu merupakan syarat
untuk menikah. Noken dibuat karena suku-suku di Papua membutuhkan wadah yang bisa
memindahkan barang ke tempat yang lain.

Noken terbuat dari bahan baku kayu pohon Manduam, pohon Nawa
atau Anggrek hutan dan masih banyak lagi jenis pohon yang umum digunakan.

Masyarakat Papua biasanya menggunakan Noken untuk bermacam
kegiatan, Noken yang berukuran besar (disebut Yatoo) dipakai untuk membawa
barang seperti kayu bakar, tanaman hasil panen, barang-barang belanjaan, atau
bahkan digunakan untuk menggendong anak.

Yang berukuran sedang (disebut Gapagoo) digunakan untuk
membawa barang-barang belanjaan dalam jumlah sedang, dan yang berukuran kecil
(disebut mitutee) digunakan untuk membawa barang-barang pribadi.

Membuat Noken cukup rumit
karena menggunakan cara manual. Kayu diolah, dikeringkan, dipilah-pilah serat-seratnya
dan kemudian dipintal secara manual menjadi tali/benang. Variasi warna pada
Noken dibuat dari pewarna alami. Proses pembuatannya bisa mencapai 1-2 minggu,
untuk Noken dengan ukuran besar, bisa mencapai 3 minggu bahkan sampai 2-3
bulan, tergantung dari prosesnya. 

Dalam konteks kekinian,
noken menjadi cendera mata resmi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.