Arifin Diterbitkan 29 October 2021

Jelajah Museum Instagramable, Museum MACAN

Jelajah Museum Instagramable,
Museum MACAN

Museum MACAN dibuka
kembali pada 26 Oktober 2021. Museum MACAN merupakan museum modern dan
kontemporer di nusantara. Museum MACAN memiliki misi mengembangkan pendidikan seni
di Indonesia.

Berbagai pameran telah menghiasi museum yang terletak di AKR Tower Level M, Jalan Panjang No.
5 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pameran tersebut adalah Melati Suryodarmo: Why Let the Chicken Run?, Julian
Rosefeldt: Manifesto, Xu Bing: Thought and Method, Dunia Dalam
Berita, YAYOI KUSAMA: LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW, Art Turns. WorldTurns.
Exploring the Collection of the Museum of Modern and Contemporary Art in
Nusantara.

Mengenalkan museum
sejak dini juga dapat Anda lakukan di museum MACAN dengan menjelajahi Ruang
Seni Anak. Berbagai ruang seni anak yang pernah ada bertajuk Warna Dalam Gua dengan karya instalasi oleh Mit
Jai Inn, Main Getah dengan karya instalasi oleh Shooshie Sulaiman, Kotak
Utak-Atik  dengan karya instalasi oleh Gatot
Indrajati, Floating Garden dengan karya instalasi oleh Entang Wiharso.

Saya bersama istri pernah mengunjungi museum MACAN kala pameran bertajuk YAYOI KUSAMA: LIFE IS THE
HEART OF A RAINBOW. Pameran
tersebut menelusuri perkembangan sang seniman selama tujuh dekade, dimulai di
Jepang pada awal 1950an, kemudian berpindah ke New York pada 1960an, dan
kembali ke Jepang pada 1973, dimana Kusama hidup dan berkarya hingga kini.

Life is the Heart
of a Rainbow adalah sebuah
pameran survei yang berfokus pada keluaran Kusama yang berjumlah besar. Pameran
ini menjelajahi perkembangan motif dan tema ikoniknya, juga keterhubungan
format dan konseptual kedua hal tersebut sepanjang karier sang seniman,
Termasuk di dalam pameran ini adalah eksperimen lukis Kusama di awal kiprahnya
pada 1950an yang menunjukkan kemunculan dari penggunaan polkadot, jaring dan
labu yang khas; sepilihan lukisan Infinity Nets yang tersohor; dokumentasi performans publik dan happenings; instalasi berukuran besar dan lukisan-lukisan
baru yang mendemonstrasikan pendekatan Kusama yang memikat terhadap ruang.

Kami pun berkunjung ke Ruang Seni Anak bertajuk Floating Garden. Karya
instalasi Entang Wiharso yang berjudul Taman Apung mengajak anak-anak untuk
berpikir tentang alam sebagai bagian kehidupan mereka sehari-hari. Dengan
selembar kertas dan pensil warna, anak-anak bisa mengarsir karya seni untuk
memunculkan rahasia dunia tanaman dan binatang. Dengan menggabungkan gambar
burung, monyet, bunga dan manusia, anak-anak dapat mengungkap taman rahasia
dari imajinasi mereka dalam karya seni yang dapat mereka kenakan.

Inspirasi Entang Wiharso di balik instalasi ini adalah untuk mendorong
anak-anak untuk berimajinasi tentang sekeliling mereka dengan cara yang
berbeda. Ia menginginkan kita untuk mengingat bahwa alam memiliki peran penting
dalam kehidupan mereka, bahkan di lingkungan kota – dan kita perlu
memeliharanya. Melalui kreativitas dan seni, kita dapat mendorong anak-anak
untuk membuat perbedaan.

Ingin berkunjung ke museum Macan? Catat jam berkunjungnya pada Selasa – Minggu: 10.00 – 15.00. Sedangkan hari Senin,
museum tutup. Untuk harga tiketnya pada hari biasa, untuk kategori dewasa Rp
70.000, Pelajar Rp 63.000, Anak-anak (Usia
<3) gratis. Untuk harga tiket akhir pekan,
dewasa Rp 90.000, pelajar Rp 81.000, Anak-anak (Usia <3) gratis.

Buat kamu yang mencari foto-foto Instagrable, museum
Macan adalah pilihan yang cocok. Informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi laman
museummacan.org ataupun di akun Instagram-nya @museummacan.

Selamat berkunjung!