Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dari Lagu Tempat Terakhir & Parasit

Ada banyak cara, metode, untuk belajar. Salah satunya melalui lagu. Baru-baru ini lirik lagu Tempat Terakhir dari band Padi memantik rasa ingin tahu saya.

Kau bagaikan angin di bawah sayapku

Sendiri, aku tak bisa seimbang

Petikan lirik tersebut membuat saya ingin tahu bagaimana burung dapat terbang. Burung dapat terbang, meski ada gaya gravitasi dari bumi. Burung merupakan makhluk yang mengaplikasikan ilmu Fisika.

Seperti dilansir Bobo, saat burung terbang, ia melawan gravitasi dengan gaya angkat. Gaya angkat adalah gaya yang mengangkat burung ke atas. Gaya ini bisa dilakukan dengan kepakan sayap dan aliran udara yang melewati sayap.

Gaya angkat merupakan gaya yang aktif yang dilakukan dengan cara mengepakkan sayap dengan cepat di udara. Untuk bisa melakukan gaya angkat, burung menahan bagian depan sayapnya dalam posisi sedikit lebih tinggi dibandingkan bagian belakangnya.

Ketika udara melewati sayap dari depan ke belakang, udara di bawahnya terdorong ke bawah dan mengangkat burung.

Kepakan sayap burung ke bawah membuat udara tertekan ke bawah, sehingga udara menekan balik dan mendorong burung ke atas.

Lirik lagu bermuatan ilmu pengetahuan alam juga dapat ditelusuri pada Parasit yang dibawakan Gita Gutawa. Dari judul lagunya saja sudah sangat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sekali.

Deretan lirik di lagu Parasit berikut, tentu menarik untuk ditelaah lebih jauh melalui ilmu pengetahuan alam.

Selama ini ku hanya terperangkap

Dalam medan magnetmu

Cukup sudah ku kini mulai gerah

Ku perlu oksigen

Untuk aku bernafas

Pergi kau ke ujung dunia

Dehidrasi di gurun sahara

Pergi kau ke luar angkasa

Hipotermia di kutub utara

Terperangkap di medan magnet, oksigen untuk bernapas, dehidrasi di gurun sahara, hipotermia di kutub utara – pendekatan lagu Parasit bisa menjadi awalan yang menarik untuk mengenal fenomena alam. Tertarik untuk mencari tahu fenomena-fenomena tersebut? Selamat mencari!