Arifin Diterbitkan 12 November 2021

Selamat, Jakarta Dinobatkan sebagai Kota Sastra

Selamat, Jakarta Dinobatkan sebagai Kota Sastra

Kota Jakarta dinobatkan
menjadi Kota Sastra pada 8 November 2021 lalu. Jakarta menjadi salah satu dari
49 kota di dunia yang masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative
Cities Network, UCCN) baru-baru ini. Dengan masuknya 49 anggota baru, maka
jumlah kota yang masuk dalam UCCN adalah 295 kota yang berada di 90 negara.

Tolok ukur penilaian
Kota Sastra dilihat dari sisi kualitas, kuantitas, dan keragaman penerbitan dan
program pendidikan yang berfokus pada sastra baik di dalam atau luar negeri
untuk jenjang pendidikan tingkat dasar, menengah, dan tinggi di kota tersebut.

Selain itu, aspek
sastra, drama, dan/atau puisi juga dinilai sejauh mana peranannya di kota
tersebut. Sejauh mana penyelenggaraan dan promosi acara dan festival sastra di
dalam dan di luar negeri. Seperti bagaimana perpustakaan, toko buku, dan pusat
kebudayaan publik atau swasta berperan dalam melestarikan, mempromosikan, dan
menyebarluaskan sastra di dalam dan luar negeri.

Kemudian, bagaimana
keterlibatan dunia penerbitan dalam menerjemahkan karya sastra dari berbagai
bahasa nasional dan sastra asing serta sejauh mana keterlibatan media
tradisional maupun modern dalam mempromosikan sastra dan memperkuat pasar
produk sastra.

Jakarta yang merupakan
ibu kota Indonesia, telah lama menjadi pusat perkembangan seni dan budaya.

“Di kota inilah koran
pertama berdiri, penerbit buku pertama berdiri, Balai Pustaka, dan Ikatan
Penerbit Indonesia (IKAPI) juga berdiri di Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan.

“Hari ini Jakarta
menjadi tuan rumah dari 5.604 perpustakaan, 1.240 penerbit, dan 30% dari
seluruh toko buku modern Indonesia ada di kota ini,” lanjut bekas Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.