Arifin Diterbitkan 13 December 2021

Merasa Tua Ketika Dipanggil Tante?

Merasa Tua Ketika Dipanggil Tante?

Teman saya pernah
bercerita bahwa dirinya merasa tua ketika dipanggil dengan sebutan “om”. Hal
tersebut ternyata tak hanya terjadi pada dirinya, tapi juga terjadi pada komedian
Ernest Prakasa

“Menurut gua umur
30-an menyenangkan banget. Kayak lu masih bisa ngaku-ngaku muda. Kalau kepala tiga kayak masih muda. Kalau kepala 4,
lu dibilang muda sama orang-orang yang umur 50-an, 60-an,” ujar Ernest yang
pada Januari 2022 akan berumur 40 tahun.

“Pada saat gua
ketemu sama aktor-aktor, aktris-aktris yang muda memanggil gua om, gua mulai
sadar, ternyata gua sudah tua,” ucap Ernest pada podcast Ngobrol Sore Semaunya.

Apakah Anda merasa
hal yang sama bagi pria, merasa tua ketika dipanggil ‘om’? Dan bagi perempuan,
apakah merasa tua ketika dipanggil ‘tante’?

Yang jelas hitungan
umur tersebut valid. Jika meminjam konsep Stoisme, reaksi Anda terhadap hal itu
sesungguhnya ada pada dikotomi kendali Anda. Anda berhak untuk menentukan
sikap, perspektif, ketika ada yang memanggil dengan sebutan om (pria) – tante (perempuan).

Yang jelas berapa
pun umur Anda, adaptasi dan growth
mindset
adalah kunci. Jika Anda bekerja di sebuah perusahaan, mengetahui
segmen pasar merupakan pengetahuan. Saya pernah mendengar seorang pakar marketing mengatakan bahwa Anda tak
dapat meraih semua segmen untuk produk Anda. Tentukan segmen pasar, ceruk umur
yang dituju. Maka jika segmen pasar, ceruk umur yang dituju, adalah mereka yang
berada di kitaran generasi Z, Anda (sebagai om/tante) harus beradaptasi. Ketahui
diksi, arah pikiran, kekhasan dari generasi yang secara umur lebih muda dari
Anda (si om/tante).

Anda juga dapat
memaknai sebutan om/tante sebagai hal yang positif, untuk lebih baik dalam
berbagai hal. Baik itu secara spiritualitas, pola kerja, komunikasi, relasi.

Sebutan om/tante
juga dapat menjadi rem untuk tindakan yang kurang baik. Dikarenakan ada juga
istilah ‘malu sama umur’.