Memadukan Kearifan Lokal dan Modernitas di Masjid Raya
Sumatra Barat

Masjid Raya Sumatra
Barat baru saja dinobatkan sebagai masjid dengan desain masjid terbaik di
dunia. Selain Masjid Raya Sumatra Barat, ada beberapa masjid dari
negara lain yang menjadi pemenang. Berdasarkan Instagram Abdullatif Al Fozan
Award, beberapa masjid tersebut adalah Masjid Basuna di Kegubernuran Sohag,
Mesir, dan Masjid Sancaklar di Istanbul, Turki. Ada pula Masjid Agung
Djenné di Mali, Masjid Raja Abdullah di Riyadh, Masjid Amir Shakib Arslan di
Lebanon, dan Masjid Merah di Bangladesh.

Penghargaan tersebut
diberikan oleh Abdullatif Al Fozan Award, ajang penghargaaan untuk karya
arsitektur masjid di seluruh dunia.

Masjid Raya Sumatra
Barat yang mengikuti tipologi arsitektur tradisional Minangkabau berbentuk
gonjong, serta menggunakan ukiran Minang sekaligus kaligrafi di dinding luar
bangunan. Selain itu, konsep atap masjid terinspirasi oleh kisah peletakan
Hajar Aswad. Seperti diketahui kejadian peletakan
batu Hajar Aswad dengan menggunakan kain yang dibawa oleh empat orang
perwakilan suku di Kota Makkah pada setiap sudutnya.

Arsitektur masjid yang
terletak di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang ini merupakan hasil rancangan
Rizal Muslimin, pemenang sayembara desain Masjid Raya Sumatra Barat yang
diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada tahun 2007.

Dari laman resmi
Instagram Abdullatif Al Fozan Award, desain atap dan dinding yang terbuka
disebut mampu membawa angin masuk ke dalam masjid. Saat ini, Masjid Raya Sumatra
Barat menjadi salah satu ikon wisata religi terkenal di wilayah Padang dan
sekitarnya.