Arifin Diterbitkan 12 September 2022

Berkunjung Ke Kuta Mandalika

Berkunjung ke suatu daerah dapat membawa penyegaran pada jiwa dan pikiran. Pun begitu dengan cara pandang kita terhadap sesuatu yang akan semakin kaya.

Dengan berlimpahnya informasi dan kemajuan teknologi, sebelum berkunjung ke suatu daerah, Anda dapat melakukan “riset” kecil-kecilan mengenai daerah yang dituju. Baik itu kekhasan daerah, sarana transportasi, penginapan, dan sebagainya.

Meski begitu di “lapangan”, bisa jadi ada perbedaan antara “riset” yang Anda lakukan dengan kenyataannya. Hal itu bisa dikarenakan cara pandang orang yang berbeda-beda, ataupun terjadi perubahan dari keadaan yang ada.

Pekan lalu saya berkesempatan berkunjung ke wilayah Kuta Mandalika yang terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ikon yang sedang gres pun saya kunjungi yakni Sirkuit Mandalika yang menyajikan pemandangan ke laut lepas.

Saya pun berkesempatan untuk memotret dengan salah satu landmark di sirkuit tersebut yakni patung Presiden RI Joko Widodo sedang berkendara motor.

Untuk urusan transportasi, saya dan teman menyewa sepeda motor yang dibanderol dengan harga Rp70.000/hari. Terkait transportasi, bagi yang terbiasa menggunakan aplikasi online, wilayah Kuta Mandalika relatif belum terjamah dengan hal tersebut. Saya dan teman ketika tiba di Bandar Udara Internasional Lombok memilih menyewa mobil untuk mengantarkan kami dari bandara ke tempat penginapan; pun begitu ketika pulang dari hotel ke bandara.

Tempat ikonik lainnya yakni di pinggir pantai dengan tulisan Kuta Mandalika yang besar. Sejauh mata memandang terlihat lautan, serta semilir angin.

Tentu kunjungan belum klop jika tak memakan kuliner khas lokal. Pilihan pun dijatuhkan pada nasi balap puyung yang terletak tak begitu jauh dari bandara. Nasi balap puyung bagaikan nasi campur yang terdiri dari nasi, kacang, kentang, ayam suwir, dengan tambahan sate lilit, serta bertambah padu rasanya ketika diberi sambal. Harganya pun bersahabat, saya dan teman total hanya mengeluarkan Rp51.000 ketika makan dan minum disitu.

Buah tangan pun tak luput dibeli. Saya membeli manisan rumput laut, dodol rumput laut, serta keripik ubi seharga total Rp102.000. Penganan yang nikmat disantap sembari bersantai. Tertarik berkunjung ke Kuta Mandalika?