“Iklan Berjalan” Bersama Tas Belanja

September 13, 2022
Uncategorized

Arifin

Pekan lalu saya berkesempatan ke Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut, ternyata bertebaran Indomaret dan Alfamart. Sehingga untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan snack relatif mudah.

Selain itu salah satu hal yang memantik saya adalah masih diperbolehkannya menggunakan plastik ketika berbelanja di Indomaret dan Alfamart tersebut. Kebijakan larangan menggunakan plastik ketika berbelanja memang baru berlaku di beberapa kota. Sebagai penghuni kota Jakarta, ada adaptasi tertentu ketika melihat masih diperkenankannya penggunaan plastik belanjaan tersebut.

Di rumah kami, terdapat beberapa tas belanja. Beberapa di antaranya ada karena membeli produk tertentu. Oh iya, jika Anda berbelanja namun lupa membawa tas belanja, di Indomaret dan Alfamart, Anda bisa membeli tas belanja yang dibanderol dengan harga Rp2.000.

Dari pengamatan saya, beberapa jenama yang wira-wiri dengan tas belanja dimana-mana yakni Starbucks, HokBen, serta McDonald’s. Dalam beberapa kesempatan, saya bahkan pernah berpapasan dengan orang yang membawa tas belanja dengan merek-merek tersebut (membawa tas belanja dengan jenama yang sama).

Untuk tas belanja McDonald’s, ketika Anda membeli makanan/minumannya secara online, maka komponen tas belanja seharga Rp6.000 telah dimasukkkan dalam total pengeluaran Anda.

Senyampang dengan itu, saya pun berpikir bahwa tas-tas belanja tersebut dapat menjadi “iklan berjalan” dari jenama-jenama yang ada. Bukankah dalam membeli sesuatu tak hanya sisi rasional yang berperan, melainkan juga emosional. Maka ketika tas belanja dengan jenama tertentu ada dimana-mana, orang lainnya pun bisa tertarik untuk membeli produk jenama tersebut. Ada perasaan produk ini digunakan oleh banyak orang (tolok ukurnya: banyak orang yang menggunakan tas belanja dari jenama ini).

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd