Keterbatasan, Kendali, Dan Psikologi Uang
Arifin
Pada beberapa konten tayangan, terdapat pembatasan tertentu terkait dengan uang. Misalnya pada konten “Uang Kaget”, peserta diminta menghabiskan uang dengan jumlah tertentu dengan batasan waktu yang ada. Lazimnya peserta pun pontang-panting dengan limit waktu yang ada untuk membeli barang-barang yang diperlukan keluarga.
Lalu terdapat juga konten, seperti “Tantangan Pacaran Rp 100.000 di Jaksel”, “Rp100.000 Dapet Apa aja di Jaksel dan Jaktim?”. Dua contoh konten tersebut memperlihatkan bagaimana dengan limit batas uang tertentu, dibelanjakan apa saja.
Keterbatasan tertentu juga pernah saya saksikan ketika melihat wawancara Ridwan Kamil yang memiliki latar belakang arsitek. Ia menceritakan ketika mendesain rumah, ada keterbatasan, dari bujet, luas lahan yang ada, dan sebagainya. Maka disitulah seni bagi sang arsitek untuk mengombinasikan keinginan klien dengan keterbatasan yang ada.
Keterbatasan dan kendali (jika merujuk pemikiran Stoik), juga bisa dilakukan ketika melakukan mitigasi dan antisipasi terhadap resesi di tahun 2023. Kita dapat fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol, seperti mulai memperbesar dana darurat, menghindari utang konsumtif jangka panjang.
Keterbatasan dan kendali ini juga sebenarnya jika diingat di masa kita bersekolah dapat ditemui pada uang jajan. Ada batas tertentu uang jajan yang kita dapatkan, baik itu harian-mingguan-ataupun bulanan. Maka semenjak bersekolah, sesungguhnya kita diajarkan untuk mengenal psikologi uang, serta mengenal keterbatasan dan kendali diri.
Keterbatasan dan kendali ini penting, di antaranya bertalian dengan utang. Di Indonesia misalnya dengan pinjaman online yang telah memakan korban orang-orang yang terlilit utang berlapis.
Masih terkait keterbatasan, kendali, utang, maka saya pun teringat dengan serial Squid Game yang mampu mencuri perhatian dunia. Di samping nuansa permainan maut yang disajikan, kisah-kisah di balik para peserta Squid Game merupakan para pengutang yang kesehariannya harus berjibaku dengan utang-utangnya. Bahkan ketika taruhannya adalah nyawa atau kesempatan melunasi utang-utangnya (dengan menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah utama yang begitu besar), mereka memilih opsi untuk mencoba peruntungan di permainan maut tersebut.
Terakhir, buku The Psychology of Money karya Morgan Housel dapat menjadi referensi ilmu mengenai keterbatasan, kendali, dan psikologi uang.