Membiasakan Anak Menulis Sejak Dini
Arifin
Cerdas berliterasi merupakan keterampilan yang diperlukan. Di antaranya adalah kemampuan untuk menuangkan gagasan dan ide ke dalam tulisan dengan susunan yang baik untuk berpartisipasi di lingkungan sosial.
Menulis dipandang penting sebagai kunci mempelajari ilmu pengetahuan, meningkatkan kemampuan berbahasa dan memperkaya kosakata, meningkatkan kreativitas dan imajinasi, meningkatkan empati, meningkatkan konsentrasi dan fokus, mengurangi stres, mengembangkan minat pada hal-hal baru, sebagai hiburan.
Jika ayah dan bunda memiliki anak, sejumlah langkah dapat dilakukan untuk membiasakan anak menulis sejak dini. Di antaranya dengan menulis surat kepada teman atau keluarga, menuliskan kejadian-kejadian menarik yang dialami keluarga, menuliskan hal-hal menarik dari buku yang dibaca.
Terkait menulis surat kepada teman, saya pernah mewawancarai penggiat literasi Edi Dimyati, ia mengaku hal tersebut berjasa mengeratkan kecintaannya kepada baca-tulis. Edi yang merupakan penulis buku Panduan Sang Petualang: 47 Museum Jakarta bercerita bahwa dulunya orang tuanya berlangganan majalah Bobo. Edi kecil suka mengirim di rubrik teka-teki silang (TTS) dan kuis. Suatu waktu ia berhasil menjadi pemenang, sehingga nama dan alamat rumah Edi terpampang di majalah yang berdiri sejak tahun 1973 tersebut.
Setelah itu banyak yang mengirim surat kepadanya dari berbagai daerah di Indonesia, istilahnya sahabat pena. Awal mulanya orang tua Edi lah yang membalas surat-surat tersebut. Edi memperhatikan jawaban dari orang tuanya, ia pun berproses untuk mengasah keterampilan menulis. Lama-kelamaan Edi yang membalas sendiri surat-surat dari para sahabat penanya. Hal tersebut menunjukkan bahwa menulis membutuhkan proses serta pentingnya peran orang tua dalam mengembangkan keterampilan menulis anak.
Keterampilan menulis memang dapat dipupuk sejak dini. Saya sendiri secara pribadi merasa bersyukur memiliki orang tua yang memiliki ketertarikan terhadap ragam bacaan. Orang tua memiliki ragam koleksi bacaan, baik itu buku, majalah, koran. Alhasil dari input ragam bahan bacaan tersebut muncul dorongan untuk menulis.
Bagaimana dengan Anda serta masa kecil dahulu? Jika telah menjadi orang tua tertarik untuk mengajarkan skill set menulis kepada anak Anda?