Arifin Diterbitkan 16 November 2022

Indra Pendengaran, Upaya Menstimulasi Dan Menjaganya 

WHO menyatakan bahwa kira-kira 1 miliar individu yang berusia 12 hingga 35 tahun dikatakan berisiko mengalami masalah kehilangan pendengaran. Dalam beberapa kesempatan, saya berkunjung ke sekolah luar biasa (SLB) serta bertemu dengan sejumlah penyandang tunarungu.

Di Indonesia dikenal Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI). Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama bagi siswa tunarungu merupakan pembinaan komunikasi dan penghayatan bunyi yang dilakukan sengaja ataupun tidak sengaja, sehingga kemampuan peserta didik dalam hal komunikasi dan mempersepsi bunyi melalui pendengaran dan perasaan vibrasi yang masih dimiliki peserta didik tunarungu dapat berkembang secara optimal.

Secara umum tujuan dari program PKPBI adalah agar kepekaan pendengaran siswa tunarungu dan perasaan vibrasi siswa dapat terlatih guna memahami dan merespons bunyi dan suara yang ada di sekeliling siswa, baik dengan menggunakan Alat Bantu Mendengar (ABM) maupun tidak, sehingga memungkinkan siswa tunarungu mampu beradaptasi dengan dunia bunyi di sekitarnya.

Bagi nondisabilitas, mendengar merupakan sesuatu yang lazim, alamiah; namun bagi tunarungu sejumlah stimulasi dan upaya diperlukan. Dalam sebuah perbicangan kala kunjungan ke SLB di bilangan Bandung, guru di sekolah tersebut bercerita bahwa untuk operasi tertentu di telinga membutuhkan biaya hingga ratusan juta.

Maka pendengaran merupakan nikmat dan oleh karena itu harus dijaga. Di antaranya dengan tidak mendengar audio terlalu keras dan terlalu lama.

Di samping itu dalam pendidikan, menstimulasi indra pendengaran juga diperlukan. Di antaranya membedakan bunyi. Dalam salah satu perlombaan Pramuka yang pernah saya lihat, para peserta mendengarkan melalui headset, lalu diminta untuk menuliskan suara apa yang dimaksud. Masih dalam ranah pendidikan, ada yang condong pada metode belajar auditori. Mereka membutuhkan guru bercerita di kelas, tanya jawab, diskusi, untuk mengoptimalkan pembelajaran yang diserap. Di samping itu audio book pun dapat menjadi cara untuk mereguk ilmu.