Arifin Diterbitkan 22 November 2022

Membiasakan Bersih-Bersih 

Perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar kembali menjadi “panggung” bagi fans Jepang untuk menunjukkan bahwa bersih-bersih adalah kebiasaan yang senantiasa mereka lakukan. Belakangan ini viral video para penonton Jepang yang memunguti sampah di stadion serta melakukan aksi bersih-bersih. Tentu hal tersebut bukan kali pertama, dan pada event-event sebelumnya pun telah dilakukan.

Aksi bersih-bersih, bisa terjadi karena norma ataupun aturan yang berlaku di suatu tempat tertentu. Ketika makan di Restoran IKEA, setelah tandas makan dan minum, Anda dipersilakan untuk menaruh kembali piring, gelas, sendok, garpu, ke mesin pencuci otomatis. Sebuah kebiasaan bersih-bersih yang dibentuk di suatu tempat.

Pun begitu pada beberapa restoran cepat saji belakangan ini. Seperti pada akhir pekan lalu kami sekeluarga ke McDonald’s di bilangan Cipete, dimana para pengunjung restoran membuang sampah makanan-minuman ke tempat sampah secara mandiri. Bagi yang belum terbiasa, melihat orang lain melakukannya, maka muncul “kesadaran” untuk membuang sampahnya sendiri.

Kebiasaan baik dapat terjadi karena sarana yang telah disediakan. Pada beberapa hal, baik di IKEA dan McD tersebut, difasilitasi untuk membiasakan bersih-bersih secara mandiri.

Kebiasaan baik lainnya yang dapat terjadi karena sarana yang tersedia, contohnya adalah bersepeda. Maka sejumlah kebijakan dan aturan di Jakarta yang akomodatif terhadap pesepeda layak diapresiasi. Seperti jalur untuk pesepeda, memungkinkannya membawa sepeda ke sejumlah transportasi publik, hari bebas kendaraan bermotor, dan lain-lain.

Kebiasaan baik lainnya yang dapat terjadi karena sarana yang tersedia, contohnya adalah membiasakan anak bergerak dan bermain di ruang terbuka. Seperti terlihat dalam unggahan Teman Taman Jakarta, dimana Taman Sambas Asri menjadi sarana yang dimanfaatkan oleh anak-anak sekolah yang berada di zona tersebut. Mereka bermain perosotan, memanjat, meluncur, dan sebagainya.