Arifin Diterbitkan 22 November 2022

Menjadi Tua 

Hari ulang tahun merupakan salah satu penanda semakin tuanya seseorang. Di samping itu secara kasat mata, sejumlah tanda penuaan dapat dilihat pada uban, kerutan, gigi yang tanggal, dan sebagainya.

Terdapat istilah yang melekat dengan tua, di antaranya telah makan asam garam kehidupan. Maka kebijaksanaan, pengetahuan pun seyogianya lebih mendalam.

Meski begitu, ada juga istilah Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi; dimana perilaku orang tua seperti anak kecil atau anak baru gede.

Maka teringatlah dengan slogan jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan. Tentu timbul pertanyaan dalam diri telahkah kita memilih menjadi dewasa?

Lalu dikenal juga Sindrom Peter Pan. Menurut Halodoc, Sindrom Peter Pan adalah sikap orang dewasa yang secara psikologis, sosial, dan seksual tidak menunjukkan kematangan. Pria dewasa sudah seharusnya dapat hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Namun, pria dengan sindrom Peter Pan memiliki sifat sebaliknya. Mereka tidak bersikap sesuai dengan usianya, yakni cenderung tidak mandiri dan sangat kekanak-kanakan, sama seperti tokoh Peter Pan yang ada dalam cerita fiksi. Ada banyak sebutan untuk sindrom ini, seperti king baby atau little prince syndrome.

Menjadi tua, juga dapat sebisa mungkin dihindari. Maka dikenal istilah menolak tua, tetap muda selalu. Bahkan dalam sejumlah kisah fantasi, terdapat penyihir yang sebenarnya telah begitu tua, namun dengan sihirnya (dan tentu saja ada konsekuensinya) yang secara tampilan tetap muda. Sebuah renungan juga dihadirkan oleh Mice Cartoon dengan tema “Sempatkan Wisata Bareng Keluarga”. Karena sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang, otot kaki kita tidak akan sekuat sekarang untuk berjalan menikmati pesona alam. Gigi kita tidak akan sekuat sekarang untuk mengunyah aneka ragam kuliner di tempat wisata. “Karena itu…saya tidak akan menunggu kaya untuk wisata keluarga!” pesan Mice.