Arifin Diterbitkan 25 November 2022

Siaga Bencana, Dari Bangunan Hingga Simulasi 

Bencana alam gempa bumi berkekuatan 5,6 SR yang terjadi pada Senin (21/11/2022), berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum serta menyebabkan korban jiwa.

Di daerah rawan gempa seperti Indonesia, penyebab kecelakaan dan kematian saat terjadi gempa utamanya berasal dari kerusakan bangunan. Maka kita harus memahami kondisi bangunan di sekitar kita, mulai dari jalan keluar buat evakuasi kalau ada bencana, benda-benda di sekitar kita yang bisa dijadikan pelindung, dan apa saja yang justru bisa mengancam keselamatan kita.

Berbicara tentang bangunan, Bamboo Dome di KTT G20 Bali bisa menjadi inspirasi. Bamboo Dome bangunan indah estetik dan unik dari bambu dibuat khusus untuk tempat makan siang para pemimpin G20 di pinggir pantai Hotel Apurva- Kempinsky Bali.

Bamboo Dome dibuat menggunakan bambu apus, bagian penyangga menggunakan bambu petung dari Tabanan yang dibawa ke Gianyar untuk digarap oleh perajin. 

Bambu dipilih karena memiliki keunikan sebagai bahan yang mudah dibentuk melengkung. Di samping itu, bangunan bambu juga dikenal tahan terhadap guncangan gempa.

Masih terkait bencana, pemahaman siap siaga terhadap bencana perlu dilakukan, baik itu oleh orang dewasa serta anak-anak. Ayah-bunda, dapat mengedukasi anak untuk tanggap dan tahu langkah apa yang dilakukan jika terjadi bencana.

Apabila terjadi bencana, di saat kedua orang tua bekerja dan anak-anak berada di rumah, tentunya anak-anak perlu mengetahui mengenai apa saja yang harus diselamatkan (misalnya dokumen-dokumen penting), dimana letak perlengkapan siap siaga (misalnya senter, peluit, kotak P3K), serta kemana sebaiknya evakuasi (apakah rumah kerabat terdekat, lapangan terdekat, pos pengungsian, atau lainnya).

Siap siaga bencana pun dapat “dilatih” baik itu dengan alat permainan edukasi yang seru dan menyenangkan, ataupun melalui simulasi.

Simulasi siaga bencana, di antaranya dapat dilakukan dengan melakukan simulasi gempa bumi. Ajari anak dengan gerakan melalui simulasi tersebut, jika di dalam ruangan, bisa dengan mencari meja yang kuat untuk berlindung. Berpegangan terus ke meja hingga guncangan berhenti. Simulasi juga dapat menyertakan agar jangan berada di dekat benda yang mungkin jatuh atau pecah, seperti lampu gantung, lemari, atau jendela.