Momen Kebersamaan Saat Nonton Bareng Piala Dunia
Arifin
Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia ke-22 yang dihelat pada 20 November-18 Desember 2022. Untuk pertama kalinya Piala Dunia diselenggarakan di Timur Tengah dan di waktu musim dingin karena di musim panas suhu udara di Qatar dapat mencapai 50 derajat Celsius.
Ini kali kedua Asia menyelenggarakan turnamen sepak bola empat tahunan itu setelah pada 2002 di Korea Selatan-Jepang.
Dengan digelarnya Piala Dunia di Asia, secara waktu pertandingan boleh dibilang “lebih bersahabat bagi mata”. Di Indonesia empat partai harian dapat disaksikan pada pukul 17.00 WIB, 20.00 WIB, 23.00 WIB, dan 2.00 WIB.
Maka hal tersebut lebih bersahabat, baik bagi para penggemar sepak bola “garis keras” ataupun mereka yang tak terlampau fanatik dan membutuhkan hiburan saja.
Waktu pertandingan yang “lebih bersahabat bagi mata” ini juga terjadi dua puluh tahun lalu, kala Piala Dunia diselenggarakan di Korea Selatan-Jepang.
Dengan waktu pertandingan yang “lebih bersahabat”, maka opsi menonton pun dapat lebih luas. Baik itu nonton sendiri, bersama keluarga, bersama teman, ataupun nonton bersama di tempat nonton bareng, dapat menjadi hiburan yang mengasyikkan.
Tontonan selama satu bulan tersebut dapat menjadi wahana relaksasi serta menjalin keguyuban. Kami sekeluarga pun biasanya menonton ketika jam pertandingan 17.00 WIB serta 20.00 WIB. Tak jauh dari rumah kami, terdengar riuh semangat warga sekitar yang juga rutin melakukan nonton bareng.
Perhelatan olahraga, seperti Piala Dunia memang mengajak kita pada momen kebersamaan, serta menghadirkan nostalgia ataupun menciptakaan memori-memori guyub. Cobalah hitung dan ingat-ingat pada Piala Dunia, Piala Dunia sebelumnya, dengan siapa saja Anda menonton bersama?
Pun begitu dengan Piala Dunia 2022 yang memberikan kesempatan untuk kita menyapa sesama, meraut simpul-simpul kebersamaan, tertawa, berteriak, ataupun bersedih karena tim jagoan tumbang. Piala Dunia memang merupakan pesta bola, yang mengapungkan dan menghadirkan sejumlah emosi.