Mendengar, Mengingat, Dan Audio Branding 

December 22, 2022
Uncategorized

Arifin

Pernah melihat Short Film Tenang karya sutradara Yandy Laurens dengan latar lagu Tenang yang dibawakan oleh Yura Yunita? Dikisahkan Gus (Ringgo Agus Rahman) bermimpi. Dalam mimpinya bapaknya tidak ada suaranya. Gus pun setelah bangun dari mimpi tersebut lalu menjadi gusar, nelangsa, ia lupa dengan suara almarhum bapaknya.

Hal tersebut seakan menemui “jawabannya”, kala saya membaca novel Heartbreak MOTEL karya Ika Natassa. Terdapat penjelasan sebagai berikut (Heartbreak MOTEL, halaman 368):

Tidak seperti penciuman, pendengaran ternyata lemah dalam perkara ingat-mengingat. Katanya, kau cuma bisa mengingat seperlima dari yang kaudengar. Mungkin dari situ lahir istilah masuk kuping kiri, keluar kuping kanan.

Meski begitu, dikenal juga audio branding. Kita dapat langsung terkoneksi ketika mendengar “All Around You” dengan Dolby Atmos, audio McDonald’s, opening Windows XP, suara kala menyalakan ponsel NOKIA.

Kreativv mengungkap bahwa audio branding merupakan cara untuk membuat jenamamu melekat di otak. Selain itu audio yang terus diperdengarkan dalam iklan akan membuat sebuah brand terkenang dalam pikiran audiens. Audio branding juga membuat suatu brand dapat dengan mudah dikenali oleh audience. Selain memengaruhi perasaan, audio branding juga bisa membuat pelanggan membeli suatu produk.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd