Arifin Diterbitkan 10 January 2022

Tentang Lalat Capung yang Hidup Hanya Selama 24 Jam

Tentang
Lalat Capung yang Hidup Hanya Selama 24 Jam

Tahukah Anda tentang binatang lalat
capung? Yups, Anda benar membacanya: lalat capung. Lalat capung merupakan nama
spesies, yang berbeda dari lalat, juga berbeda dari capung.

Selayang pandang tentang lalat capung, bisa
Anda dapatkan pada novel Rapijali 2:
Menjadi
. Nama lain dari lalat capung adalah mayfly.

Lalat capung hidupnya cuma 24 jam.

Lalat capung menjaga ekosistem, makanya
dia bisa bertahan dari zaman purba, jauh sebelum dinosaurus ada.

Sebelum 24 jam hidupnya habis, lalat
capung berjuang berkembang biak. Habis itu lalat capung baru mati.

Sejumlah fakta tentang lalat capung
tersebut, mengingatkan saya pada perkataan Achilles pada film Troy.

“The gods
envy us. They envy us because we’re mortal, because any moment may be our last.
Everything is more beautiful because we’re doomed. You will never be lovelier
than you are now. We will never be here again.”

Waktu, kesementaraan, dan bermakna,
menjadi filosofi lalat capung yang disandingkan pada cerita Rapijali tersebut. Hal tersebut
tercermin dari pernyataan tokoh Inggil sebagai berikut:

“Hidup lalat capung pendek, tapi nggak
berarti dia nggak ada gunanya. Nggak berarti dia nggak sempat bersenang-senang,”
lanjut Inggil. “Kita nggak harus mengejar bertahan terus, ghes. Nggak apa-apa
kalau kita cuma jadi lalat capung.”

“Kita sudah bikin prestasi. Kita sudah
senang-senang. Kalau Rapijali selesai sampai di sini, aku tetap beruntung. Bayangkan.
Aku dapat lima teman baik dari Rapijali. Bukan satu, bukan dua…LIMA!” Inggil
mengacungkan kelima jarinya. “Kalau ini sejam terakhirku jadi lalat capung, aku
bakal mati bahagia.”