Arfianingrum Pujiastuti Diterbitkan 10 January 2022

Tips Menyiapkan Stok Makanan

Tips
Menyiapkan Stok Makanan

Kondisi pandemi membuat kita melakukan
sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya mengenai stok makanan yang sekiranya
diperlukan.

Tipsnya adalah cukup membeli bahan-bahan yang bisa bertahan setidaknya hingga dua
minggu ke depan. Ingat, tidak perlu belanja secara panik (panic buying) atau berlebihan ya!

Untuk sayur dan buah,
buah yang tahan lama (pisang, jeruk, anggur, atau alpukat), buah kering, buah
kalengan, dan sayuran tahan lama/bertekstur keras (brokoli, kubis, paprika,
kembang kol, wortel, dan kentang).

Untuk buah, penting
diketahui sebagian besar buah akan lebih bertahan lama jika masih disertai
kulit. Bagian kulit yang terbuka pada buah, menimbulkan potensi tumbuhnya jamur
dan bakteri yang dapat menyebabkan buah menjadi busuk. Oleh sebab itu,
periksalah kondisi permukaan buah secara berkala dan sering. Jika terdapat
perubahan warna, bonyok, atau kecokelatan pada buah, maka segeralah buang
bagian yang busuk.

Untuk Karbohidrat, Anda
dapat memilih beras, mi, pasta, tepung, sereal, gandum, roti, dan umbi-umbian.

Seperti dilansir hellosehat, bila cara menyimpan beras
benar, makanan ini dapat bertahan cukup lama. Beras merah atau cokelat yang
belum digiling biasanya bertahan hingga enam bulan, sedangkan beras putih hanya
tahan selama tiga bulan.

Sementara itu, pasta dan produk
sereal dapat bertahan selama satu hingga dua tahun bila disimpan dalam tempat
yang kering.

Untuk Protein, pilihlah
ayam, ikan, dan udang (bisa dibekukan), ikan dalam kaleng, telur, susu, keju,
kacang-kacangan, serta biji-bijian (kacang hijau, kuaci, atau biji chia).

Anda juga dapat
menyiapkan stok berupa bumbu dapur, bumbu instan, serta camilan (cokelat,
buah-buahan, roti, dan selai kacang).

Untuk roti, Anda juga
harus mengingat umur simpan roti hanya 3-7 hari di luar kulkas. Sehingga
perhatikan waktu pembelian, kuantitas pembelian, sehingga Anda dapat
mengonsumsinya dengan aman.