Arfianingrum Pujiastuti Diterbitkan 16 February 2022

Mengenal Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Biru

Kehadiran ruang terbuka hijau di kota memiliki peran penting dan berbagai manfaat bagi kota pun penghuninya. Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat menjaga suhu kota, serta menyerap emisi.

Taman kota, salah satu bentuk ruang terbuka hijau, memiliki beberapa fungsi utama seperti fungsi ekologis serta fungsi tambahan, yaitu sosial budaya, ekonomi, estetika/arsitektural.

Ada pun Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area yang memanjang berbentuk jalur dan atau area mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Jika RTH telah lazim diketahui, tahukah Anda mengenai Ruang Terbuka Biru (RTB)? Ruang Terbuka Biru memiliki fungsi vital sebagai pencegah banjir di kala penghujan dan lumbungnya air saat kemarau.

Dengan RTB, kita memiliki kesempatan untuk mengkonservasi sumber daya air dan keragaman hayati yang ada. Kita juga dapat meningkatkan serapan karbon, menjaga efek pendinginan udara setempat, hingga bisa mengelola sumber daya air sebagai sumber tenaga listrik terbaharui.

Seperti dilansir mongabay, Ruang Terbuka Biru merupakan hamparan badan air mulai dari unit terkecil di pekarangan rumah seperti kolam, balong, atau empang hingga skala besar seperti embung, danau, waduk, aliran irigasi, drainase, kanal, dan sungai.

Sejumlah taman di Jakarta, merupakan Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Biru. Seperti diwartakan Teman Taman Jakarta, di antaranya adalah Taman Bio Trans yang terletak di Jakarta Pusat, memiliki RTH seluas 1.483 meter persegi dan RTB seluas 522 meter persegi.

Lalu ada juga Taman Tebet/Tebet Eco Garden, yang selain akan menjadi Ruang Terbuka Hijau, juga bakalan punya Ruang Terbuka Biru lewat sungai di sepanjang tamannya