Riset adalah kunci. Maka jika karya-karya dalam novel Dewi Lestari begitu hidup, salah satu elemen vitalnya adalah riset. Mau tahu riset dari sosok yang akrab dipanggil Dee, misalnya dapat ditemukan pada buku “Di Balik Tirai Aroma Karsa: Kiat Penulisan & Proses Kreatif”. Dilengkapi lebih dari 200 foto “Di Balik Tirai Aroma Karsa” merupakan buku nonfiksi yang mengulas secara mendetail proses kreatif penulisan “Aroma Karsa”, mulai dari riset hingga pemasaran.

Dee yang juga dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu ini, untuk kepentingan risetnya mengikuti kursus membuat parfum. Pada novel Aroma Karsa, tokoh utamanya Jati Wesi merupakan peracik parfum.

Dee yang benci tersetrum pun, demi riset dan kepentingan karya, mencoba langsung terapi listrik. Hal itu dilakukannya saat proses pembuatan “Supernova: Petir”. Tokoh utamanya yakni Elektra melakukan terapi listrik untuk penyembuhan.

Maka demi kepentingan riset, Dee rela disetrum, supaya tahu rasanya menjalani terapi listrik.

“Terapisnya punya kemampuan, dia terhubung ke listrik rumah, dia pakai kabel, dia injak kabelnya, kabel telanjang, ada plat timah, Cuma kecil lubangnya. Jadi listrik rumah ngalir ke dia dan dia punya kemampuan untuk direduksi gitu lho besaran listriknya, sampai ke kita dalam satuan yang aman,” tutur Dewi Lestari dalam wawancaranya di kanal YouTube Raditya Dika yang bertajuk “Ngobrolin Bukunya Dee Lestari yg Terbaru”.

Masih terkait riset, novelis Ayu Utami memiliki climbing wall di rumahnya sejak 2006. Climbing wall setinggi 10 meter dengan lebar 3 meter itu dibuat di ruang terbuka di tengah rumah kala ia membangun griya tersebut.

Ayu mengaku membuat climbing wall di rumahnya karena ia menyukai panjat tebing sejak 2003. Apalagi tokoh utama dalam novel “Bilangan Fu” adalah pemanjat terbing. “Akhirnya, untuk mendalami tokoh ini, saya ikut panjat tebing,” ujarnya seperti dilansir Majalah Tempo.