Pernahkah Anda beranjangsana ke Rumah Gadang? Melihat langsung ke dalamnya, menelusuri kearifan lokal serta filosofinya. Ketika saya masih kecil dahulu, pernah berkunjung ke Rumah Gadang yang masih berdiri setelah generasi demi generasi meninggalinya.

Barulah kemudian hari, saya menemukan sejumlah informasi lebih lanjut tentang Rumah Gadang. Rumah Gadang di Sumatra Barat masuk kategori rumah adat tahan gempa. Salah satu fun fact-nya adalah tiang rumah dibuat miring agar tahan gempa.

Seperti dilansir Indonesia Baik, Rumah Gadang memiliki bentuk segi empat tidak simetris, sebab dipengaruhi oleh kondisi alam wilayah Minangkabau yang dominan dengan dataran tinggi dan rendah, sehingga tahan bencana alam seperti gempa. Rumah ini memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala ritcher.

Masih terkait Rumah Gadang, sejumlah fakta unik didapatkan dari study tour ruangguru. Di antaranya mengenai jendela Rumah Gadang yang dibuat menghadap ke dalam agar tidak rusak terkena sinar matahari dan kena hujan. Jendela yang menghadap ke dalam juga lebih mudah untuk ditutup ketika terjadi penyerangan. Jadi yang di dalam rumah tidak perlu mengeluarkan badan untuk menutup jendela jika terjadi penyerangan.

Jumlah kamar di Rumah Gadang disesuaikan dengan jumlah anak perempuan dalam keluarga. Setiap ada gadis yang baru menikah, maka perempuan yang sudah menikah lainnya pindah bergeser satu ruangan, makin dekat ke pangkal Rumah Gadang. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan perempuan yang tertua bahwa pada masa yang akan datang, perempuan yang tertua harus mempersiapkan diri membangun Rumah Gadang baru.