Dalam novelnya Aroma Karsa, penulis Dewi Lestari menempatkan tokoh utama Jati Wesi bertaut dengan TPA Bantar Gebang, Bekasi. Jati Wesi dikisahkan memiliki indra penciuman yang hebat. Ia bahkan mampu menemukan sosok mayat di antara bejibunnya sampah di TPA Bantar Gebang, dengan bermodalkan indra penciumannya.

Dalam bukunya Di Balik Tirai Aroma Karsa, Dewi Lestari memaparkan risetnya, tentu ada tentang TPA Bantar Gebang.

“Kebanyakan dari kita mengetahui nasib sampah hanya ketika sampai diangkut petugas kebersihan dari depan rumah. Kita tidak tahu, bahkan tidak peduli lagi apa yang terjadi setelahnya,” tutur Dewi Lestari sebagai narator “Di Balik Tirai trip to TPA Bantar Gebang”.

Sementara itu selebritas Artika Sari Devi Ibrahim punya cara unik untuk mengenalkan anak-anaknya pada pemilahan sampah dan lebih peduli bumi.

“Awalnya saya buka dengan diskusi tentang dampak sampah plastik pada bumi kepada kedua anak saya, saya bahkan ajak mereka ke Bantar Gebang untuk melihat langsung tumpukan sampah di sana,” kata Puteri Indonesia 2004 ini seperti dilansir Antara.

Penting untuk diketahui dan diterapkan sebenarnya, untuk memilah sampah dari rumah agar tidak membebani pemilahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Waste management merupakan lifeskill yang hendaknya menjadi keterampilan anak dan kita pula.

Langkah yang terlihat sederhana dan kecil sesungguhnya dapat bermakna jika dikerjakan. Di antaranya dengan mengurangi konsumsi sampah sekali pakai misalnya dengan tak lagi memakai sedotan plastik, membawa tumbler sendiri saat membeli minuman sampai membawa kantong belanja sendiri saat berbelanja.

Anda pun dapat mengonsumsi makanan secukupnya, jika terpaksa mendapatkan makanan berlebih maka marilah berbagi. Misalnya menjelang Lebaran seperti ini hampers dapat bertumpuk, maka pilah, ambil secukupnya yang bisa kita makan, sisanya bisa dibagi-bagi ke tetangga ataupun sanak famili.