Arifin Diterbitkan 28 April 2022

Rutinitas Menulis, Tenggat, Dan Coffee Shop

Apakah Anda mempunyai rutinitas menulis? Dalam akun YouTube Raditya Dika dibahas mengenai rutinitas menulis. Bertajuk “Tiga Penulis Ngomongin Menulis”, Reza Reinaldo penulis buku It’s a Cloud with Legs mengungkap ia memiliki rutinitas menulis kala hujan. Lalu ada Muttaqiena Imaamaa yang turut membantu menulis skrip Malam Minggu Miko Season 2. Imaamaa mengaku terkadang menulis di coffee shop.

“Kadang-kadang kalau sudah bosan harus ke coffee shop. Biar dituntut buat nulis, karena kalau di rumah doang, di kamar doang, mager, tahu-tahu buka YouTube,” ujar Imaamaa.

Kafe di Jepang yang Melayani Penulis yang Dikejar Tenggat Waktu

Masih berkait dengan menulis serta coffee shop, sementara itu sebuah kafe di Tokyo, Jepang, bernama Manuscript Writing Cafe melayani para penulis yang tengah menghadapi tenggat waktu (deadline) dan mereka tidak dapat pergi sampai pekerjaan mereka selesai.

Pemilik kafe Takuya Kawai mengatakan dirinya berharap aturan ketat yang diterapkan di kafenya akan membantu orang fokus menyelesaikan pekerjaan mereka.

Seperti dilansir Reuters, Manuscript Writing Cafe memiliki ruangan yang bersih dan terang dengan 10 kursi yang disediakan untuk penulis, editor, seniman manga, atau siapa pun yang bergulat dengan kata-kata tertulis dan tenggat waktu.

Kafe tersebut menyediakan kopi dan teh yang tidak terbatas dan dapat disajikan sendiri, Wi-Fi berkecepatan tinggi, dan port dok dipasang di setiap kursi.

Ketika pelanggan masuk, mereka akan diminta untuk menuliskan nama, tujuan, dan lama waktu yang mereka rencanakan. Manuscript Writing Cafe juga menyediakan tiga pilihan layanan untuk meminta cek kemajuan saat bekerja atau memastikan pekerjaan pelanggan selesai.

Pelanggan dapat memilih layanan “ringan” jika ingin staf kafe hanya melayangkan tanya apakah pekerjaan mereka telah selesai sesuai yang telah dibayarkan, “normal” yang memungkinkan check-in setiap jam, dan “keras” jika ingin merasakan “tekanan diam-diam” dari staf yang sering berdiri di belakang mereka.

Manuscript Writing Cafe mengenakan biaya 130 yen atau sekitar Rp14 ribu untuk 30 menit pertama dan kemudian menjadi 300 yen (Rp33 ribu) setiap jam berturut-turut. Meskipun beberapa pelanggan tetap bertahan hingga melewati waktu tutup kafe, mereka semua akhirnya menyelesaikan pekerjaannya.

Rutinitas Menulis Ala Raditya Dika

Kembali ke akun YouTube Raditya Dika yang membahas mengenai “Tiga Penulis Ngomongin Menulis”, Raditya Dika berbagi cerita mengenai rutinitas menulisnya.

“Gua gara-gara Mas Aris bilang lu harus bisa dimana saja, gua mulai nulis di mobil, di IMAX di Singapura – di bioskop, lagi nonton gua bisa nulis. Gua bisa dimana-mana,” beber penulis buku Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh ini.

“Dan kalau gua biasanya hal pertama yang gua kerjain di pagi hari. Jadi misalnya gua bangun tidur nih, lagi ada deadline, apapun yang terjadi harus itu duluan. Karena biar kelarnya cepat,” sambung Raditya.

“Baru yang jam rutin itu jam 11 sampai jam 1 malam. Jam 11 sampai jam 1 anak-anak sudah tidur, istri sudah tidur, jadi lebih tenang,” tutur sosok yang juga dikenal sebagai Komika ini.