Arifin Diterbitkan 18 May 2022

Kala Mengukur Tekanan Darah di Rumah

Untuk mendapatkan pengukuran tekanan darah (tensi) yang valid maka Anda sebaiknya melakukannya dengan tenang atau rileks.

Biasanya terdapat pasien yang merasa khawatir atau takut mengukur tekanan darah di rumah sakit sehingga menyebabkan hasil pengukuran yang cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dilakukan di rumah. Apakah hal tersebut terjadi pada Anda?

Seperti dilansir Antara, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan efek white coat hypertension. Istilah tersebut merujuk pada perasaan takut ketika bertemu dengan petugas kesehatan yang identik mengenakan “jas putih”.

Sedangkan suasana rumah cenderung memberikan kesan akrab dan tenang sehingga angka pengukuran tensi lebih rendah dibandingkan pengukuran di rumah sakit.

Terdapat sejumlah kiat untuk mengukur tekanan darah sendiri. Anda disarankan agar duduk dalam kondisi tenang dan rileks setidaknya menunggu dua hingga lima menit sebelum menekan alat tensi. Menggunakan kursi bersandar agar tubuh semakin rileks. Posisi kaki tidak boleh menggantung atau menyilang, harus menapak di atas lantai.

Jangan lupa, selama beraktivitas, duduk, berdiri, ngobrol, jalan, itu cenderung menaikkan tensi. Jadi kalau tidak rileks, takutnya malah memberikan diagnosis tensi berlebihan, padahal sebetulnya bukan. Maka, tata cara mengukur tensi yang baik dan benar itu harus diperhatikan.

Untuk melakukan pengukuran secara mandiri baiknya dilakukan sebanyak dua kali sehari, yaitu satu jam setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur.

Sekitar tiga puluh menit sebelum mengukur tekanan darah, disarankan agar Anda tidak merokok, tidak mengonsumsi kopi atau minuman yang mengandung kafein, tidak beraktivitas atau berolahraga yang berat, dan jangan meminum obat terlebih dahulu.