Aneka cara dilakukan berbagai negara untuk menghadapi pandemi Covid-19. China misalnya dengan upaya “nol-COVID”.

Pun begitu dengan pelonggaran pembatasan, lain negara dapat lain kebijakannya. Amerika Serikat misalnya telah beberapa waktu lamanya memperbolehkan warganya untuk tidak memakai masker di luar ruangan. Tentu hal tersebut ditempuh dengan berbagai variabel parameter, di antaranya tingkat vaksinasi, angka penyebaran, dan lain sebagainya. Terdapat sejumlah negara yang telah melonggarkan pemakaian masker yakni Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, Prancis, Denmark, Italia, Spanyol, Inggris.

Melihat pelonggaran pembatasan, baik melalui bacaan maupun visual, membangkitkan harapan dan kegembiraan. Agar dunia dapat pulih dari pagebluk dan segala eksesnya.

Maka kala pemerintah Indonesia memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka. Kegembiraan tentu muncul pula di sini. Apalagi sejumlah sinyal-sinyal bahwa ini adalah transisi menuju endemi.

Kebijakan boleh tidak memakai masker di Indonesia pada situasi dan kondisi tertentu tersebut diambil dengan memperhatikan kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang saat ini makin terkendali.

Seperti dilansir pemerintah provinsi DKI Jakarta, Anda boleh tidak memakai masker hanya jika:

>> Beraktivitas di luar ruangan

>> Area terbuka yang tidak padat orang

Sedangkan Anda perlu tetap memakai masker jika:

>> Berada di transportasi publik

>> Ruang tertutup

>> Lansia/memiliki komorbid

>> Bergejala batuk/pilek

Sinyal kegembiraan lainnya dapat dilihat kala Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan mengizinkan kembali kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) pada hari Minggu (22/5/2022). Kegiatan CFD tersebut kembali dibuka setelah ditiadakan karena pandemi Covid-19. Seperti dilansir Kompas, Car Free Day mulai ditutup sejak 11 Maret 2020 atau awal pandemi Covid-19 muncul di Indonesia. Namun, kegiatan akhir pekan di jalan-jalan protokol tersebut sempat kembali dibuka di pada Juni 2020. Antiusias masyarakat yang membludak membuat kegiatan itu dievaluasi kembali.

Pada akhir pekan kemarin kami sekeluarga berwisata ke kota Bandung. Dari perbincangan dengan supir taksi, ia mengaku bersyukur dengan sejumlah pelonggaran pembatasan yang terjadi. Menurutnya angka kunjungan ke Bandung telah meningkat dan ramai lagi.

Semoga kiranya pemulihan dan normal baru yang berlaku dapat menggerakkan kembali ekonomi, sosial baik itu dalam skala daerah maupun dunia.