Keterampilan motorik merupakan kesadaran dan kemampuan anak mengelola tubuh dalam berbagai situasi dan menggunakan bagian tubuh tertentu. Keterampilan motorik dapat dikatakan sebagai pengendalian fisik gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinasi antara susunan saraf, otak, otot, dan sumsum tulang belakang.

Motorik dapat dikategorikan menjadi dua, yakni motorik kasar dan motorik halus. Untuk keterampilan motorik kasar mengacu pada keterampilan fisik yang diperlukan untuk melakukan pergerakan seperti otot kepala, leher, lengan, dan kaki melalui gerakan yang terkoordinasi dan terkontrol.

Seperti dilansir Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan Republik Indonesia, berikut sejumlah kegiatan yang dapat menstimulasi motorik kasar anak:

>> Bermain di luar ruangan atau di lapangan, ajak anak bermain seperti berlari, melompat, berayun, dan meluncur.

>> Bermain bola, beri anak bola untuk dilempar, ditendang, dan ditangkap.

>> Menari, tepuk tangan, menggoyangkan kepala, melambaikan tangan, sentuh jari kaki, dan berdiri dengan satu kaki.

>> Bermain Hula Hoop, dengan bermain Hula Hoop anak akan bergerak dengan lebih aktif.

>> Menjelajahi taman atau lingkungan sekitar dapat menstimulasi motorik kasar pada anak.

Adapun keterampilan motorik halus merupakan keterampilan fisik yang diperlukan untuk membuat gerakan kecil yakni otot-otot kecil, khususnya tangan dan jari-jari mereka. Keterampilan ini mulai berkembang dimulai pada saat anak lahir, ketika anak menggenggam secara refleks, selanjutnya beberapa bulan kemudian saat anak memasukkan jari ke dalam mulut, dan pada usia sekitar 6 bulan, saat anak mulai menggenggam benda.

Berikut sejumlah kegiatan yang dapat menstimulasi motorik halus anak:

>> Bermain menggunakan alat permainan seperti manik-manik, mur & baut, tombol yang bisa ditekan, bahkan saklar.

>> Bermain menjentikkan jari bisa menjadi salah satu kegiatan sederhana yang menstimulasi perkembangan motorik.

>> Bermain coret-coret, melukis, dan menggambar.

>> Bermain kegiatan sehari-hari seperti membuka ritsleting, mengancingkan kancing, mengenakan sarung tangan dan kaus kaki.

>> Berusaha meremas, membentuk clay dough, menggunting berbagai macam media dan merobek berbagai macam jenis kertas.