Berkunjung ke Museum Bank Indonesia (MuBI) bersiaplah untuk terpukau dengan arsitekturnya. Wajar saja, karena MuBI yang dulunya merupakan De Javasche Bank dibangun menggunakan teknologi modern pada masanya.

Seperti penggunaan mesin pancang untuk memasang 300 tiang pancang beton sebagai pondasi. Bangunan juga memakai bahan-bahan berkualitas tinggi yang pada masa itu belum pernah digunakan di Hindia Belanda. Beberapa bahan bangunan didatangkan dari Belanda seperti batu granit, keramik lantai, kaca patri.

Struktur arsitektur bangunan pun disesuaikan dengan iklim tropis. Maka terdapat struktur arsitektur yang membuat sejuk ruangan. Arcade, merupakan struktur melengkung yang membentuk bukaan menjadi ruang yang dibutuhkan oleh pencari kesejukan.

Arsitektur lainnya yang unik yakni “sumur” di atap bangunan De Javasche Bank (DJB). Seperti dilansir media sosial MuBI, “sumur cahaya” merupakan kaca di sekeliling kubah di bagian atas tempat masuknya sinar matahari dan dibuat untuk dapat mencukupi penerangan kala itu. Hal tersebut selain membuat bangunan menjadi tampak megah juga membuat gedung DJB (kini menjadi Museum Bank Indonesia) menjadi terang.