Arfianingrum Pujiastuti Diterbitkan 6 July 2022

Belajar Dari Serial Anak

Serial anak merupakan wahana edukasi yang asyik. Disana anak dapat belajar secara smooth. Dalam hal pengasuhan anak, saya dan istri terkadang memperlihatkan sejumlah serial anak untuk melakukan edukasi.

Dalam adab makan, kami misalnya memutar lagu “Makan Jangan Asal Makan” dari Nussa. Di antaranya diajarkan mengenai mengucap basmalah, jangan meniup makanan yang panas, mencuci bersih tangan, menggunakan tangan kanan, membiasakan makan tidak sambil berdiri.

Masih terkait dengan keterampilan harian, kala anak kami agak sulit untuk menggosok gigi, maka kami memutar di YouTube serial animasi Si Aa bertajuk “Ayo Gosok Gigi”. Dibawakan sesuai dengan umur anak, maka Aa Rafathar dan teman-temannya bak para jagoan yang membasmi kuman di gigi Bagas.

Masih dari serial anak, pembelajaran budaya pun terinternalisasi secara mulus. Terdapat karakter Jarjit dalam serial Upin Ipin dan Ojan dalam serial Si Aa. Kedua karakter tersebut memiliki benang merah yang sama: gemar melantunkan pantun. Maka ketika Jarjit maupun Ojan berbicara, anak kami yang kini berusia 37 bulan senantiasa terhibur. Ia pun kerap mengulang pantun yang diungkap karakter-karakter tersebut.

Dari sejumlah karakter di serial anak, makna toleransi dan keberagaman pun bisa didapatkan. Pada serial Upin Ipin, keberagaman itu terlihat pada Upin, Ipin, Jarjit, Susanti, Ehsan, Fizi, Mail, sebagai contoh. Baik itu dari latar suku bahkan warga negara. Di samping itu sifat dari karakter-karakter tersebut juga memberikan pembelajaran tersendiri.

Pun begitu dalam serial Si Aa. Ada Dodo yang gemar makan, si kembar Celli-Cella yang kerap dalam dialognya memasukkan bahasa Sunda, Ojan yang berlatar Betawi, dan sebagainya.

Sejumlah profesi pun dapat diperkenalkan, di antaranya pemadam kebakaran, bersama dengan tugas, pokok, dan fungsinya. Pun begitu dengan seniman seperti P.Ramlee. Pembelajaran tersebut terdapat pada serial Upin Ipin. Dalam menyaksikan tayangan ramah anak tersebut tentu peran orang tua tetap ada dengan membersamai dan mendampinginya. Di antaranya membatasi screentime, ikut menonton serta berkomentar di titik-titik tertentu.