Arifin Diterbitkan 7 July 2022

Tips Mengumpulkan Dana Darurat

Sejumlah risiko dan ketidakpastian melanda dunia belakangan ini. Inflasi terjadi, ekses dari perang Rusia dengan Ukraina pun menjalar kemana-mana. Maka perlu kiranya untuk melakukan langkah mitigasi. Melakukan langkah antisipasi dari kemungkinan terburuk, di antaranya dengan menyiapkan dana darurat.

Dana darurat penting untuk segera disisihkan mengingat bisa saja terjadi kondisi tak terduga dan mendesak terjadi sewaktu-waktu. Tanpa dana darurat, biasanya seseorang menjadi semakin sulit untuk melakukan pengelolaan keuangan.

Salah satu cara yang paling cepat untuk menyimpan dana darurat, yaitu dengan mengalokasikan pendapatan di luar upah pokok yang hanya didapatkan dalam kurun waktu tertentu, misalnya dari Tunjangan Hari Raya (THR).

Cara lainnnya mengumpulkan dana darurat dapat disisihkan dari penghasilan bulanan. Jika memakai persentase idealnya kita bisa menabung 10 persen saja dari penghasilan. Tapi untuk bisa sampai satu kali dana darurat saja, maksudnya 10 persen penghasilan untuk menjadi 100 persen, itu perlu 10 bulan kita baru mengumpulkan sekali dana darurat.

Bagi yang belum menikah, seseorang dapat menggunakan hitungan tiga kali pengeluaran agar terkumpul sebagai dana darurat. Hitungan tersebut semakin naik seiring dengan jumlah orang yang ditanggung.

Adapun bagi seorang yang sudah menikah, maka dana darurat yang disarankan berjumlah sebanyak enam kali pengeluaran. Jika sudah memiliki satu anak, maka sembilan kali pengeluaran. Kemudian jika satu anak akan menempuh jenjang pendidikan, maka sembilan kali pengeluaran.

Yang perlu dipahami dalam mengumpulkan dana darurat, ialah konsistensi serta tahu tujuan dari dana darurat.

Anda dapat mengumpulkan dana darurat secara bertahap. Yang penting dalam  pengumpulan dana darurat jangan sampai berhenti di tengah jalan atau malah mengalami kemunduran. Jangan juga sampai mengutang atau menggunakan pos keuangan lainnya untuk menutupi kebutuhan dana darurat.

Sumber: Antara