Arifin Diterbitkan 17 July 2022

Ruang Publik, Kebutuhan Dasar Sebuah Kota

“Public spaces – not a ‘nice to have’ but a basic need for cities.” Demikian ungkapan di artikel World Bank yang menjelaskan betapa pentingnya keberadaan ruang publik bagi masyarakat.

Maka fenomena kerumunan remaja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, ketika banyak remaja datang dari Citayam, Bojong Gede, serta wilayah sekitar Jakarta yang berkumpul di wilayah bergengsi ibu kota tersebut.

Para remaja tersebut menggunakan outfit yang memiliki ciri khas dan terbilang nyentrik. Fenomena tersebut mengukuhkan pentingnya keberadaan ruang publik. Maka ketika di sejumlah kota, ruang publik semakin baik dan menarik merupakan kabar gembira.

Ridwan Kamil kala menjadi Wali Kota Bandung misalnya cukup tersohor dengan revitalisasi taman-taman di Kota Kembang tersebut. Adapun Jakarta, sejumlah ruang publik semakin nyaman untuk dikunjungi. Sebut saja berbagai taman yang membujur di Jakarta, lalu juga sarana-sarana olahraga.

Ruang publik memiliki banyak fungsi, di antaranya tempat bersosialisasi; memberikan hiburan, relaksasi – serta hemat biaya dikarenakan gratis.

Bagi yang memiliki balita, sejumlah ruang publik tersebut merupakan wahana bagi anak untuk bereksplorasi. Jika menilik dari pengalaman keluarga kami, maka sejumlah taman di Jakarta merupakan tempat yang lapang baginya untuk berjalan, berlari, bermain sepeda – segala macam aktivitas fisik, motorik yang dibutuhkannya. Pun begitu secara pandangan, yang memungkinkannya untuk melihat jauh. Anak pun dapat belajar bersosialisasi dengan melihat aneka kegiatan di taman: ada yang bermain musik, membaca, berolahraga, dan lain sebagainya.

Ruang publik seperti sarana olahraga pun menjadi tempat yang menyenangkan. Di Velodrome yang berada di bilangan Jakarta Timur, sejumlah keramaian orang berolahraga. Ada yang bermain sepatu roda, berlari, bersepeda, bermain sepak bola, bermain basket, bermain voli, bermain bulu tangkis, sekadar berjalan santai, dan sebagainya. Manfaat olahraga tentu telah kita ketahui bersama. Melihat banyak orang berolahraga, selain memberikan kesenangan di dalam hati, juga dapat memicu diri untuk turut berolahraga (sebagai makhluk sosial tentu ada faktor pengaruh mempengaruhi).