Arifin Diterbitkan 17 July 2022

Indahnya Semesta Dari Hasil Tangkapan Teleskop Webb

Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) memamerkan gambar hasil tangkapan teleskop angkasa James Webb yang begitu memukau menonjolkan keindahan semesta raya.

Teleskop yang diluncurkan tepat di momen Natal 2021 itu memberikan pandangan baru mengenai alam semesta dan diharapkan bisa memberi gambaran penelitian antariksa di masa depan.

Terdapat lima gambar yang dipamerkan dan menunjukkan beragam fenomena kosmos yang paling berwarna serta hidup sepanjang sejarah. Misalnya seperti gambaran dua nebula yang tengah membentuk calon bintang baru serta dua set gugus galaksi.

NASA juga disiapkan menyajikan analisis spektrografis pertama dari Teleskop Webb terkait sebuah planet yang diperkirakan memiliki setengah massa Jupiter dan terletak lebih dari 1.100 tahun cahaya.

Dari fenomena-fenomena kosmos yang dipamerkan NASA itu, ada fenomena yang telah awam bagi para ilmuwan seperti kelompok galaksi berjarak 290 juta tahun cahaya bernama “Stephan’s Quintet”.
Kelompok galaksi itu telah ditemukan sejak 1877, namun NASA menjanjikan gambaran serta tangkapan dari Teleskop Webb memberikan pandangan baru bagi para peneliti.

Adapun Teleskop James Webb merupakan teleskop dengan sensor inframerah yang memakan biaya pembangunan sebesar 9 miliar dolar AS dan dikirim ke luar angkasa menggantikan Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Benda yang digunakan untuk pengamatan di luar angkasa itu mengorbit dengan jarak 1,6 juta kilometer dari Bumi memantau fenomena-fenomena tak terbayangkan di luar angkasa. Sensitivitas inframerahnya memungkinkan Teleskop Webb mendeteksi sumber cahaya yang seharusnya tersembunyi dalam spektrum yang terlihat oleh debu dan gas.

Instrumen Webb juga membuatnya ideal untuk mencari tanda-tanda atmosfer yang berpotensi mendukung kehidupan di sekitar bumi seperti di Mars atau pun di satelit alami Saturnus bernama Titan.
Selain sejumlah penelitian yang sudah disiapkan untuk Teleskop Webb, temuan teleskop yang paling revolusioner mungkin bisa terjadi seperti saat Teleskop Hubble membuka bidang penelitian baru mengenai “Dark Matter” atau materi gelap.

Sumber: Reuters, Antara